Hari Raya Galungan dan Kuningan

Kemeriahan Perayaan Hari Raya Kuningan di Belgia, Widiatmika Merasa seperti di Rumah Sendiri

Seusai sembahyang dilanjutkan megambel dan makan dengan cara megibung. Mereka saling berbagi makanan di jaba pura.

Kemeriahan Perayaan Hari Raya Kuningan di Belgia, Widiatmika Merasa seperti di Rumah Sendiri
Dok pribadi Keyza Widiatmika
Suasana perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Santi Bhuana Belgia, Sabtu (3/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Seusai sembahyang dilanjutkan megambel dan makan dengan cara megibung. Mereka saling berbagi makanan di jaba pura.

HARI Raya Kuningan pada Sabtu (3/8) dirayakan penuh suka cita di Bali

Umat Hindu melakukan persembahyangan mulai dari pura keluarga hingga pura umum seperti Jagatnatha.

Kemeriahan Kuningan juga dirasakan oleh para perantau Bali di negeri orang.

Walaupun jauh dari kampung halaman, mereka masih bisa merasakan suasana Kuningan layaknya di Bali.

Keyza Widiatmika, pemuda Bali yang sedang melanjutkan studi di negeri Belanda berbagi kisahnya saat melaksanakan Kuningan di Pura Agung Santi Bhuana Belgia.

Keyza merupakan pemuda asal Jimbaran, Badung yang kini menempuh studi S2 di University of Twente, Belanda.

“Saya baru saja bangun ini. Sorry ya, waktunya beda 6 jam antara Indonesia dengan di sini,” kata Keyza saat dihubungi, Minggu (4/8) siang.

Suasana perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Santi Bhuana Belgia belum lama ini.
Suasana perayaan Hari Raya Kuningan di Pura Agung Santi Bhuana Belgia belum lama ini. (Dok pribadi Keyza Widiatmika)

Menurut Keyza, perayaan Kuningan di Pura Agung Santi Bhuana Belgia tak kalah meriah. Umat Hindu di sana menggelar  persembahyangan  dan aneka hiburan menarik.

Tarian yang ditampilkan seperti Tari Margapati, Rejang Renteng serta Tari Belibis. Juga ada megibung dan megenjekan bersama.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved