Penyeberangan ke Terunyan Bangli Lesu Sejak 2 Tahun Lalu

Obyek wisata di Desa Terunyan lambat laun terus mengalami penurunan pengunjung.

Penyeberangan ke Terunyan Bangli Lesu Sejak 2 Tahun Lalu
dok/ist
Wisatawan asing ketika melakukan penyeberangan ke Kuburan Desa Terunyan, Minggu (4/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Obyek wisata di Desa Terunyan lambat laun terus mengalami penurunan pengunjung.

Tak terkecuali pada momentum libur hari raya seperti Galungan dan Kuningan belakangan ini. Berdasarkan data, penurunan wisatawan ke objek kuburan Terunyan hampir mencapai 50 persen.

Menurut Ketua Kelompok Dayung Desa Terunyan, I Wayan Warjaya, secara insidental kunjungan wisatawan ke obyek wisata Desa Terunyan mengalami peningkatan saat memasuki libur hari raya ini.

Puncaknya pada pukul 14.00 Wita hingga 15.00 Wita.

“Kalau hari biasa, rata-rata wisatawan yang menggunakan jasa penyeberangan dari Terunyan mencapai 150 hingga 200 kapal per bulan. Dalam hitungan hari, rata-rata mencapai lima hingga tujuh kapal. Sedangkan pada hari raya, dalam sehari mencapai 20 hingga 25 kapal,” ucap Warjaya, Minggu (4/8).

Meski terbilang cukup ramai, Warjaya mengakui secara umum minat wisatawan untuk mengunjungi obyek kuburan Terunyan cenderung mengalami penurunan akhir-akhir ini, dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya.

Pada momen hari raya tahun 2017 silam, lanjutnya, jumlah penyeberangan mencapai 40 kapal dalam sehari.

“Penurunan minat wisatawan, salah-satu penyebabnya adalah erupsi Gunung Agung. Sejak itu, pada tahun 2018 hingga kini, penyeberangan ke obyek wisata hanya berkisar 20 hingga 25 kapal saja,” ujarnya.

“Padahal dari segi ongkos, penyeberangan dari dermaga ke obyek kuburan Terunyan, tergolong murah. Harga untuk enam orang bagi wisatwan domestik, jika menggunakan boat dayung hanya Rp 348 ribu per boat. Sedangkan untuk boat mesin dengan muatan tujuh orang ongkosnya Rp 450 ribu,” imbuhnya.

Kendala lain yang menyebabkan sepinya kunjungan, menurut Warjaya, adalah infrastruktur jalan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved