25 Penyandang Disabilitas di Tabanan Dapat Pelatihan Keterampilan, Dari Tata Boga Hingga Mencukur

Pelatihan diberikan oleh Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Surakarta yang bekerjasama dengan KODDI.

25 Penyandang Disabilitas di Tabanan Dapat Pelatihan Keterampilan, Dari Tata Boga Hingga Mencukur
pixabay.com
Ilustrasi penyandang disabilitas. 

TRIBUN-BALI.COM.COM, TABANAN - Tiga jenis pelatihan keterampilan akan diberikan kepada 25 penyandang disabilitas di Tabanan.

Pelatihan diberikan oleh Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Surakarta yang bekerjasama dengan Korea Disabled People's Development Institute (KODDI).

Selain pelatihan, para penyandang disabilitas ini juga diberikan suntikan dana senilai Rp 4 Juta per orang.

Pelatihan keterampilan itu akan digelar selama 5 hari di rumah rehabilitasi Desa Wanasara, Kecamatan Tabanan mulai tanggal 5-9 Agustus 2019.

Meskipun seluruh biaya pelatihan dan fasilitas berasal dari Korea, namun untuk instruktur pelatihan dari warga lokal.

Diharapkan penyandang disabilitas nantinya bisa menjadi mandiri setelah mendapat pelatihan. Sebab, peserta pelatihan bisa memilih sendiri keterampilan apa yang disukai sehingga akan lebih cepat berkembang.

"Keterampilan yang diberikan ditentukan oleh kebutuhan sendiri dan didampingi keluarga dan masyarakat. Diharapkan nantinya para penyandang disabilitas bisa lebih mandiri," kata Kepala BBRSPDF, Heri Krissritanto usai acara pembukaan intervensi program pelatihan di Mahatmiya Bali, senin (5/8/2019).

Dia melanjutkan, program ini bekerjasama dengan Korea yang memberikan sepenuhnya anggaran pelatihan selama 5 hari terhadap 25 disabilitas yang kami sebut dengan penerima manfaat.

"Ada tiga keterampilan yang akan dilatih, yakni keterampilan tata boga, mencukur, dan menjahit. Keterampilan ditentukan oleh masyarakat (disabilitas)," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan mengatakan, 25 orang penyandang disabilitas yang dibantu mengembangkan keterampilan berasal dari 5 kecamatan. Yakni Kecamaran Kediri, Kecamatan Tabanan, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Selemadeg.

"Semoga dengan pelatihan ini, disabilitas yang sudah mempunyai skill bisa mengembangkan dan menjadi mandiri," katanya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved