Diduga Tak Berizin, Proyek Jembatan di Sungai Ayung Abiansemal Dihentikan

Selain dianggap tidak mengantongi izin, proyek tersebut juga dipandang akan mengganggu jalur suangi jika terjadi air bah di Sungai Ayung.

Diduga Tak Berizin, Proyek Jembatan di Sungai Ayung Abiansemal Dihentikan
Satpol PP Badung
Kondisi proyek pembangunan jembatan di Sungai Ayung, Desa Bongkasa yang dihentikan PUPR Kabupaten Badung dan Satpol PP Provinsi Bali, Senin (5/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Proyek jembatan di Sungai Ayung, Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung senin (5/8/2019) kemarin dihentikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Badung dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali.

Proyek itu dihentikan lantaran dinilai tanpa mengantongi izin dari pemerintah.

Selain dianggap tidak mengantongi izin, proyek tersebut juga dipandang akan mengganggu jalur suangi jika terjadi air bah di Sungai Ayung. Pasalnya pondasi jembatan tersebut sedikit di bawah dan pondasinya juga ada di tengah Sungai Ayung.

Kabid Sumber Daya Air PUPR Kabupaten Badung, AA Gede Dalem mengatakan, pihaknya tidak melarang jika ada masyarakat yang ingin berusaha untuk meningkatkan perekonomian desa.

Hanya saja, kata dia, pembangunannya juga harus sesuai dengan aturan serta izin yang berlaku.

Proyek pembangunan jembatan di Sungai Ayung, Desa Bongkasa dihentikan PUPR Kabupaten Badung dan Satpol PP Provinsi Bali, Senin (5/8/2019).
Proyek pembangunan jembatan di Sungai Ayung, Desa Bongkasa dihentikan PUPR Kabupaten Badung dan Satpol PP Provinsi Bali, Senin (5/8/2019). (Satpol PP Badung)

"Kalau sungai kan kewenangannya ada di Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, jadi kalau membangun harus ada izinnya. Agar tidak membahayakan dan beresiko pada sungai itu sendiri," katanya.

Birokrat asal Klungkung itu juga mengatakan porsi pembangunan jembatan tersebut harus jelas, sehingga tidak berdampak dengan bendungan yang baru selesai dibangun Pemerintah Kabupaten Badung.

“Kalau jembatan tersebut terkena banjir kami khawatirkan materialnya akan dibawa banjir. Bahkan masuk ke Bedung terowongan Segempel dan hal itu akan membahayakan petani," katanya.

Sementara itu, Kastpol PP Badung, IGAK Suryanegara mengatakan timnya ikut mendampingi penghetian proyek jembatan tersebut.

"Kewenangan itu memang Satpol PP yang menindak, kami mendapingi karen hal itu ada pelanggaran di Kabupaten Badung," pungkasnya.

Kabarnya pembangunan jembatan di sungai Ayung itu akan digunakan untuk wahana arung jeram atau aktivitas rafting di Sungai Ayung. (*)

Kondisi proyek pembangunan jembatan di Sungai Ayung, Desa Bongkasa yang di hentikan PUPR Kabupaten Badung dan Satpol Pp provinsi, Senin (5/8)/ Istimewa.

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved