GAIN Indonesia Beri Pelatihan Emo-Demo, Ubah Perilaku Pemberian Makanan Bayi & Anak-anak

Pelatihan yang diberikan yakni tentang Emotioinal-Demonstration (Emo-Demo) : sebuah metode inovatif untuk peningkatan perilaku nutrisi.

GAIN Indonesia Beri Pelatihan Emo-Demo, Ubah Perilaku Pemberian Makanan Bayi & Anak-anak
Tribun Bali/Rizal Fanany
Agnes Mallipu, Senior Program Manager GAIN Indonesia dan Ravi K. Menon, Country Director GAIN Indonesia (kedua dan ketiga dari kiri) memberikan pelatihanEmotional Demonstrations (Emo-Demo) kepada peserra dalam rangkaian kegiatan Asian Congress of Nutrition (ACN) 2019 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua,Selasa (6/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hari ketiga atau Selasa (6/8/2019) penyelenggaraan Asian Congress of Nutrition (ACN) 2019 yang bertemakan ‘Nutrition and Food Innovation for Sustained Well-being’, Global Alliance of Improved Nutrition (GAIN) Indonesia turut berpartisipasi mengadakan pelatihan kepada peserta.

Pelatihan yang diberikan yakni tentang Emotioinal-Demonstration (Emo-Demo) : sebuah metode inovatif untuk peningkatan perilaku nutrisi.

“Emo – Demo ini adalah kolaborasi antara GAIN dengan London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) dan Kementerian Kesehatan RI,” imbuh Country Director Global Alliance of Improved Nutrition (GAIN) Indonesia, Ravi K. Menon.

Ravi menambahkan di Indonesia, metode ini telah dipresentasikan di 18 Kabupaten dan Kota dengan melibatkan 500 ribu perempuan, serta telah berhasil meningkatkan perilaku orang tua terhadap gizi anak, termasuk pemberian ASI ekslusif.

“Modul pelatihan Emo-Demo targetnya sebenarnya dipake kader untuk memberikan penyuluhan di Posyandu dulu kita sebutnya penyuluhan. Tapi lebih mudah digunakan oleh petugas kesehatan karena modul ini dibuat sesederhana mungkin dan sesimple jadi mudah disampaikannya ke Ibu-ibu,” jelas Senior Program Manager GAIN Indonesia, Agnes Mallipu.

Tujuan utamanya sendiri adalah ingin merubah perilaku ibu maupun pengasuh anak-anak.

Dimana perilaku yang dimaksud ini adalah perilaku pemberian makan kepada bayi dan anak-anak.

Selain itu juga perilaku kepada Ibu Hamil dalam makan makanan bergizi selama masa kehamilannya.

Disinggung mengenai 18 Kabupaten/Kota mana saja, Agnes mengatakan sebagian besar itu di reflikasi di Jawa Timur sebagai target intervensi GAIN sesuai arahan Kemenkes RI.

“Beberapa kota lain juga mulai memperkenalkan Emo-Demo dan mulai mereflikasi juga di wilayah mereka. Seperti Jakarta, Padang, NTT dan ada beberapa permintaan dari Kabupaten Kota lainnya seperti Papua dan Kalimantan,” imbuhnya.

Disinggung untuk Pulau Dewata apakah sudah diperkenalkan dan di refleksikan, Agnes menuturkan bahwa pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan 15 Universitas ataupun Peguruan Tinggi Negeri.

Dua diantaranya Universitas Udayana dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali. Dimana disana bagaimana dimasukan kedalam materi ajar.

“Sudah diadopsi sejak tahun 2017 di Universitas Udayana dan Stikes Bali. Namun untuk implementasi dilakukan masing-masing perguruan tinggi itu. Selain itu juga sudah diterapkan dan menjadi bagian materi ajar serta aktivitas pemberdayaan dan pengabdian masyarakat,” imbuhnya.

Ravi berharap dari peserta ACN 2019 yang ikut dalam sesi pelatihan Emo-Demo di kenalkan serta di reflikasi oleh peserta ke Negara asal masing-masing peserta maupun daerah asal peserta dari Indonesia itu sendiri.

“Diharapkan di refleksikan oleh mereka di daerahnya masing-masing. Karena kita tidak ada copyright dan semua materi modul kita berikan. Ini adalah sesuatu metode untuk menyelamatkan generasi masa mendatang,” ucap Ravi.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved