Kisah Penyelamat 3 Nyawa di Pantai Delod Berawah Nyaris Tewas, Ketut Setiawan: Batin Saya, Wah Mati

I Ketut Setiawan (46), warga warga Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, nyaris kehilangan nyawa.

Kisah Penyelamat 3 Nyawa di Pantai Delod Berawah Nyaris Tewas, Ketut Setiawan: Batin Saya, Wah Mati
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismaya
I Ketut Setiawan (46) saat berada di rumahnya bersama anak dan dua ponakannya, dan didampingi Babinsa setempat, Senin (5/8/2019). Setiawan masih trauma dengan kejadian terseret arus laut, yang menimpanya, pada Minggu (4/8) sore hari. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - I Ketut Setiawan (46), warga warga Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, nyaris kehilangan nyawa.

Ia mempertaruhkan diri menyelamatkan anak dan keponakannya di Pantai Delod Berawah.

Ia pun pingsan karena lemas kekurangan oksigen. Setiawan menuturkan, peristiwa ini terjadi Minggu (4/8).

Ia berangkat dari rumah ke pantai yang berada di Kecamatan Mendoyo ini sekitar pukul 16.30 Wita bersama anaknya, Kadek Yoga Adi (13) dan dua ponakannya, Kadek Nanda Wiguna (9) dan Umar (14).

"Sebenarnya saya sudah tahu di mana saja arus air yang kencang. Anak dan dua ponakan sudah saya peringatkan untuk tidak berada di tiga titik tempat arus. Tapi memang keasyikan, jadi terseret ombak," ucapnya, Senin (5/8).

Ia katakan, anak dan ponakannya terseret arus karena tidak waspada terhadap ombak. Saat berada di tepian, mereka asyik bermain ombak.

Tak dirasa, mereka ternyata dibawa ke tengah hingga jarak 50 meter. Ia mulai sadar saat kakinya sudah tidak lagi menginjak pasir.

"Jadi karena asik sampai ke tengah. Sebenarnya kalau seorang diri saya bisa menyelamtkan diri. Tapi ini karena ada tiga anak-anak, jadi gimana caranya mereka semua selamat. Sampai saya pingsan karena menyelamatkan ponakan saya," ungkapnya.

Di tengah kepanikan itulah, ia berusaha menyelamatkan anggota keluarganya secara bertahap. Setiawan pertama kali menyelamtakan Kadek Nanda.

"Jadi ponakan ini meluk tangan sambil saya dorong ke permukaan air sampai ke tempat yang lebih dangkal dan ditarik orangtuanya," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved