Anggarkan Rp 8 M untuk Gedung Majelis Desa Adat, Koster: Kita Pakai Dana CSR

Dalam penganggaran, Koster tidak membebankannya pada APBD Bali. Tetapi ia akan menggunakan dana sosial perusahaan (CSR)

Anggarkan Rp 8 M untuk Gedung Majelis Desa Adat, Koster: Kita Pakai Dana CSR
Tribun Bali/Eri Gunarta
Desain Kantor MDA Bali yang dirancang oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Pembangunan gedung ini akan menggunakan dana CSR senilai Rp 8 miliar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Gubernur Bali, I Wayan Koster, melakukan penguatan desa adat/pakraman di Bali.

Tidak hanya dalam bentuk Perda Desa Adat, tapi juga membangun gedung megah untuk kantor Majelis Desa Adat (MDA) atau sebelumnya disebut Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP).

Koster terlibat langsung dalam pembangunan gedung ini. Mulai dari pembuatan Detail Engineering Design (DED) hingga penganggaran.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk mendirikan bangunan berarsitektur Bali ini sebesar Rp 8 miliar.

Dalam penganggaran, Koster tidak membebankannya pada APBD Bali. Tetapi ia akan menggunakan dana sosial perusahaan (CSR).

CSR perusahaan yang disasar ialah perbankan, mulai dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, Bank BRI, BNI, Mandiri, dan sebagainya.

Hal ini disampaikan Koster pada acara Paruman Agung Desa Adat se-Bali di Wantilan Pura Samuantiga, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Selasa (6/8/2019).

Koster mengaku prihatin melihat kantor majelis adat saat ini, yang menggunakan sebuah ruangan di Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali.

Menurutnya kantor tersebut sangat tak layak untuk majelis yang menangani desa adat di Bali.

“Untuk menjalankan fungsional sesuai Perda, pasti butuh kantor, karena butuh kumpul, rapat. Kalau gak ada kantor, bagaimana mau kumpul. Sekarang nyempil di disbud, yang ngurus Kasi, Eselon IV. Ini tidak memuliakan desa adat. Sekarang saya instruksikan, desa adat langsung dijamu kepala dinas. Majelisnya saya buatkan kantor, sampai desainnya saya yang bikin. Namanya saja majelis agung, tampilan fisik (kantor) juga harus agung. Namanya majelis agung tapi sembunyi di tengah (kantor disbud),” sindir Koster.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved