Ekspor Perdana Mangga dari Bali ke Rusia Capai 2,5 Ton, Mentan: Harga Satu Kilo Rp 500 ribu

Elektronik sertifikat dan aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor (IMACE) memudahkan eksportir untuk ekspor

Ekspor Perdana Mangga dari Bali ke Rusia Capai 2,5 Ton, Mentan: Harga Satu Kilo Rp 500 ribu
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Mentan RI saat mengecek komoditas buah mangga yang akan diekspor perdana ke Rusia, Rabu (7/8/2019). Ekspor Perdana Mangga dari Bali ke Rusia Capai 2,5 Ton, Mentan: Harga Satu Kilo Rp 500 ribu 

Ekspor Perdana Mangga dari Bali ke Rusia Capai 2,5 Ton, Mentan: Harga Satu Kilo Rp 500 ribu

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kementerian Pertanian terus memaksimalkan dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi pada proses bisnis karantina, antara lain pertukaran data persyaratan ekspor dan sertifikat elektronik (e-Cert) ke Belanda.

“Hari ini kita tunjukkan langsung bahwa sertifikat kita dalam hitungan detik sudah dapat diterima negara tujuan. Dan ini untuk memudahkan ekspor kita ke negara tujuan," kata Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman di Area Kargo Logistik Angkasa Pura I, Rabu (7/8/2019).

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan Badan Karantina Pertanian untuk melakukan harmonisasi dan negosiasi dengan seluruh negara mitra dagang agar dapat menggunakan fasilitas layanan ini.

“Sampai dengan hari ini sudah 4 negara, yaitu Selandia Baru, Australia, Belanda dan Vietnam. Baru ada 1 negara di Asean, ini yang kita dorong dahulu, seluruh negara ASEAN dan terus lanjut ke negara mitra dagang lainnya," kata Amran.

Diharapkan satu hingga dua tahun ke depan penerapan e-Cert seluruh Negara.

Penerapan ini merupakan hasil dari revolusi industri 4.0 di bidang Pertanian RI yang serba digital, dimana suratnya lebih cepat diterima dan begitu disetujui bisa langsung dikirim barangnya.

Koster Berpeluang Jadi Pimpinan Sidang, Penghargaan dari PDIP untuk DPD & DPC Berprestasi

TRIBUN WIKI - 4 Toko Perlengkapan Dapur di Denpasar

“Dulu pernah terjadi di Tanjung Priok barang sudah di tengah laut tetapi begitu surat sampai barang ekspor ditolak. Itu tentu merugikan. Dengan e-Cert lebih memudahkan ekspor kita,” imbuh Mentan Amran Sulaiman.

Menurutnya, peningkatan ekspor akan memperkuat bangsa dan kebijakan impor sangat tidak berpihak pada petani. 

Halaman
123
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved