Mediasi Sengketa Tanah Pakudui Sebelum Eksekusi, Bupati Gianyar Minta Tak Ada Penggusuran

Mediasi ini dihadiri langsung oleh Bupati, Made Mahayastra, Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo, TNI, dan Pengadilan Negeri Gianyar.

Mediasi Sengketa Tanah Pakudui Sebelum Eksekusi, Bupati Gianyar Minta Tak Ada Penggusuran
Tribun Bali/Eri Gunarta
Suasana mediasi menjelang eksekusi pelaba Pura Puseh, Desa Pakraman Pakudui, di Kantor Bupati Gianyar, Selasa (6/8/2019). Bupati Gianyar meminta tidak ada penggusuran. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemkab Gianyar melakukan mediasi sengketa tanah antara Desa Pakraman Pakudui, Desa Kedisan, Tegalalang dengan 36 orang asal Pakudui Tempek Kangin di Kantor Bupati Gianyar, Selasa (6/8/2019).

Mediasi ini dihadiri langsung oleh Bupati, Made Mahayastra, Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo, TNI, dan Pengadilan Negeri Gianyar.

Bupati Gianyar, Made ‘Agus’ Mahayastra mengaku bersyukur dalam kepemimpinannya sebagai bupati, akhirnya permasalahan Pakudui yang sudah terjadi sejak 2012 silam bisa diselesaikan.

Pihaknya juga mengatakan kedua belah pihak telah menerima hasil keputusan pengadilan yang memenangkan Desa Pakraman Pakudui sebagai pemilik pelaba Pura Puseh dengan luas sekitar 5,5 hektare.

Politikus PDIP asal Payangan ini meminta pihak Pengadilan Negeri (PN) Gianyar tidak melakukan eksekusi dalam bentuk penggusuran bangunan.

Menurutnya ada aset pemasukan desa pakraman yang harus diselamatkan.

Di atas lahan sengketa tersebut saat ini berdiri sejumlah obyek yang mendatangkan dana untuk pembangunan desa seperti restoran, kafe, obyek wisata swing, dan sebagainya.

“Saya sudah meminta eksekusi  dilakukan dalam bentuk BAP saja, bila perlu di ruang kantor bupati boleh (penandatanganan BAP). Sebab ada penghasilan yang harus kita jaga, berupa rumah makan, obyek wisata, swing, restoran dan segala macem selama ini,” ujarnya.

Terkait apakah obyek-obyek tersebut termasuk penyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar, Mahayastra mengatakan tak mengetahui soal itu. “Saya kurang tahu,” ujarnya.

Mahayastra sangat berharap antara Desa Pakraman Pakudui dan warga Pakudui Tempek Kangin ini kembali bersatu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved