Pengelolaan Air Tanah yang Baik dan Tepat Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Talkshow tentang air tanah dengan tema penyelamatan air tanah dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan

Pengelolaan Air Tanah yang Baik dan Tepat Mendukung Pariwisata Berkelanjutan
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Talk show penyelamatan air tanah dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Bintang Bali Resort, Jalan Kartika Plaza, Kuta Bali, Rabu (7/8/2019). Pengelolaan Air Tanah yang Baik dan Tepat Mendukung Pariwisata Berkelanjutan 

Pengelolaan Air Tanah yang Baik dan Tepat Mendukung Pariwisata Berkelanjutan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Sumber daya air, salah satunya air tanah digunakan untuk berbagai kegiatan mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, kegiatan industri, pertanian, perikanan, jasa dan juga kegiatan pariwisata.

Untuk pengembangan pariwisata, diperlukan dukungan air bersih untuk pengelolaan infrastruktur pendukung, seperti perhotelan, restoran dan wahana air.

Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menggelar talkshow tentang air tanah dengan tema penyelamatan air tanah dalam mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, di Bintang Bali Resort, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung, Bali, Rabu (7/8/2019).

Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang maju dalam sektor pariwisata.

"Di pulau ini, pariwisata lebih berkembang di bagian selatan, dibandingkan daerah lainnya. Sisi selatan ini merupakan daerah hilir dari sistem hidrologi, baik dari sisi air permukaan (air sungai) maupun dari sisi sistem air tanah, yaitu sebagai daerah lepasan air tanah," kata Andiani, Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi. 

Andiani melanjutkan, berdasarkan Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2017 tentang Cekungan Air Tanah di Indonesia, terdapat delapan buah Cekungan Air Tanah (CAT) di Bali, yaitu CAT Denpasar-Tabanan, CAT Singaraja, CAT Amlapura, CAT Negara, CAT Gilimanuk, CAT Nusa Penida, CAT Nusa Dua, dan CAT Tejakula.

Pengusaha Mebel di Denpasar Didenda Rp 2 Juta, Kenapa Ya?

Bidik MICE di Bali, DPD Ivendo Beri Saran Ini Untuk Perkembangan Pariwisata

CAT merupakan daerah yang terjadi proses pengimbuhan air tanah (recharge area), pengaliran air tanah dan pelepasan air tanah (discharge area).

Batas CAT merupakan batas teknis, dan tidak harus berimpit dengan batas daerah administrasi. 

Halaman
12
Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved