Pengusaha Mebel di Denpasar Didenda Rp 2 Juta, Kenapa Ya?

Dua orang pelanggar perda di Denpasar disidang tindak pidana ringan hari ini, Rabu (7/8/2019)

Pengusaha Mebel di Denpasar Didenda Rp 2 Juta, Kenapa Ya?
Dok Dewa Gede Anom Sayoga
Sidang Tipiring di PN Denpasar, Rabu (7/8/2019). Pengusaha Mebel di Denpasar Didenda Rp 2 Juta, Kenapa Ya? 

Pengusaha Mebel di Denpasar Didenda Rp 2 Juta, Kenapa Ya?

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua orang pelanggar perda di Denpasar disidang tindak pidana ringan hari ini, Rabu (7/8/2019).

Mereka menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Keduanya yakni Dwi Wahyono dan Amin Yusuf yang sama-sama menjalani sidang karena masalah bangunan tanpa IMB.

Sidang yang dilaksanakan dengan Hakim Dewa Made Budi Watsara dan Panitera I Wayan Puglig ini menjatuhkan denda sebesar Rp 1,5 juta kepada Wahyono dan Rp 2 juta kepada Yusuf.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan Wahyono memiliki bangunan Fitness De Gym di Jalan Tukad Musi III, Denpasar, Bali, yang tak memiliki IMB.

Sehingga denda Rp 1,5 juta dijatuhkan padanya dan subsider 1 bulan.

"Kalau Yusuf tak memiliki IMB untuk usaha mebel di Jalan Bajataki Gg III No. 15. Denda Rp 2 juta subsider kurungan 1,5 bulan," kata Sayoga saat dihubungi, Rabu (7/8/2019).

Sayoga menambahkan, kedua pelanggar ini baru pertama kali menjalani persidangan.

Ia mengatakan pelaksanaan Sidang Tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda.

"Sidak dan Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan menaatinya," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih ada laporan dari masyarakat tentang gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga Satpol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak.

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

"Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan," ujarnya.

Para pelanggar ini nantinya akan diberikan pembinaan serta arahan untuk tidak melanggar perda kembali.

Jika terbukti melakukan pelanggaran kembali, maka sanksi akan diperberat dengan denda atau bahkan kurungan badan.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved