School Lunch Program, Penelitian Ajinomoto & IPB Demi Perbaiki Status Gizi Kesehatan Anak Sekolah
Ajinomoto turut berpartisipasi dalam ACN 2019 untuk bertukar informasi dan inovasi di bidang gizi, pangan dan kesehatan
Penulis: Meika Pestaria Tumanggor | Editor: Irma Budiarti
School Lunch Program, Penelitian Ajinomoto & IPB Demi Perbaiki Status Gizi Kesehatan Anak Sekolah
Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor
TRIBUN-BALI.COM, NUSA DUA - Pada Asian Congress of Nutrition (ACN) tahun 2019 yang digelar di Bali International Convention Center (BICC) The Nusa Dua, Badung, Bali, Ajinomoto turut berpartisipasi untuk bertukar informasi dan inovasi di bidang gizi, pangan dan kesehatan.
Melalui School Lunch Program, Ajinomoto bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan penelitian yang bertujuan memperbaiki status gizi dan kesehatan anak sekolah.
"Kita memperbaiki mutu sekolah dari sarana penyedia makanan dan sarana Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kita menjalankan program ini selama satu tahun di Pondok Pesantren Darussalam Bogor, dengan memberikan makan siang yang lebih baik. Anak-anak yang selama ini kurang makan buah dan sayur, kita perbaiki, yang makan siangnya kurang teratur, kita perbaiki," kata Dr. Rimbawan, dari Departemen of Community Nutrition Faculty of Human Ecology Bogor Agricultural University saat ditemui di kegiatan ACN 2019, Rabu (7/8/2019).
"Selama 10 hari kita berikan menu makan siang yang berbeda. Pada hari ke-11 menu makanan yang diberikan kepada anak sama seperti menu hari pertama dan seterusnya. Produk Ajinamoto juga ditambahkan ke dalam sayuran yang kita siapkan untuk anak. Hal ini untuk menambah cita rasa," lanjut Dr Rimbawan
Tidak hanya memberikan pemahaman kepada anak murid, dalam penelitian ini juga turut diberikan pendidikan kepada guru dan menajemen sekolah untuk menciptakan kondisi bersih dan sehat.
"Untuk juru masak dari yang sebelumnya ala kadarnya, sekarang sudah tahu cara masak yang sehat. Dulu nggak ada keran, sehingga anak yang mau makan tidak cuci tangan, sekarang sudah cuci tangan," ujar Dr Rimbawan.
Dengan memberikan pemahaman kesehatan dan perilaku yang baik, perilaku makan anak sekolah menjadi lebih baik. Sehingga memberikan pengaruh terhadap tingkat sakit anak yang berkurang.
"Hasil dari penelitian yang kita lakukan, dari yang sebelumnya banyak anak yang mengalami anemia, jumlahnya menjadi berkurang," kata Dr Rimbawan.
Hasil penelitian School Lunch Program juga dipublikasikan oleh Ajinamoto di booth Ajinamoto.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/booth-ajinamoto-pada-asian-congress-of-nutrition-acn-2019.jpg)