Alit Kecewa Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Terbukti Sah Lakukan Tindak Pidana Penipuan

Oleh jaksa, Alit dinilai bersalah melakukan penipuan pengurusan perizinan pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Teluk Benoa

Alit Kecewa Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Terbukti Sah Lakukan Tindak Pidana Penipuan
Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa AA Ngurah Alit Wiraputra (50) dalam sidang lanjutan di pengadilan Negeri Denpasar, Senin (29/7/2019). Alit Kecewa Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Terbukti Sah Lakukan Tindak Pidana Penipuan 

Alit Kecewa Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Terbukti Sah Lakukan Tindak Pidana Penipuan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kekecewaan tampak terpancar dari rona wajah mantan Ketua Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra (50) usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (7/8/2019).

Ia dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun).

Oleh jaksa, Alit dinilai bersalah melakukan penipuan pengurusan perizinan pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Teluk Benoa.

"Jaksa tidak obyektif dan kurang cermat. Memang ini sangat disayangkan, karena bukti semua perizinan sudah selesai dan sudah keluar. Saya dikorbankan. Semoga mereka mendapat ganjaran yang setimpal atas apa yang mereka lakukan terhadap saya. Saya serahkan semua kepada Tuhan," ucapnya usai sidang, kemarin.

Gadis Ini Nekat Lompat dari Pesawat di Ketinggian 1.000 M, Begini Kondisi Jenazahnya Saat Ditemukan

10 Manfaat Semangka Bagi Kesehatan dan Kecantikan: Cegah Kanker hingga Menjaga Kulit Halus

Sementara di persidangan, Jaksa Gede Raka Arimbawa menyatakan, terdakwa Alit Wiraputra terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP dalam dakwaan alternatif pertama.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan, dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan sementara. Dengan perintah, terdakwa tetap ditahan," tegasnya di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Dalam tuntutannya jaksa juga mengurai hal memberatkan dan meringankan sebagai pertimbangan mengajukan tuntutan.

Hal memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan saksi korban Sutrisno Lukito Disastro (Rp 16 miliar), dan terdakwa telah menikmati hasil kejahatannya kurang lebih Rp 2,5 miliar.

Seleksi CPNS dan PPPK 2019 Dibuka Oktober Mendatang, Ada Formasi Khusus Tenaga Honorer

Keistimewaan Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha 2019, Lengkap dengan Bacaan Niatnya

Alit juga tidak memiliki itikad mengembalikan kerugian materiil, walaupun sudah diminta oleh korban.

"Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, berlaku sopan di persidangan. Terdakwa masih muda dan masih mempunyai banyak kesempatan untuk memperbaiki diri. Dan terdakwa sebagai tulang punggung keluarga, yang memiliki istri dan anak-anak yang masih kecil," urai jaksa Raka Arimbawa.

Atas tuntutan yang diajukan jaksa, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya akan menanggapi melalui pembelaan (pledoi) tertulis.

"Kami akan mengajukan pembelaan tertulis," kata anggota tim penasihat hukum terdakwa, Ali Sadikin, di muka persidangan.

Dengan diajukan pembelaan tertulis, maka sidang akan dilanjutkan, Senin (12/8/2019).

(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved