Kongres V PDIP di Bali

Djarot: Jika Terlibat Korupsi, Nyoman Dhamantra Otomatis Dipecat

Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Dhamantra dikabarkan terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Djarot: Jika Terlibat Korupsi, Nyoman Dhamantra Otomatis Dipecat
Tribun Bali/Ragil Armando
Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto didampingi oleh Ketua DPP, Djarot Saiful Hidayat saat konferensi pers di arena Kongres V PDIP di Bali, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Dhamantra dikabarkan terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nyoman Dhamantra sendiri merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Terkait hal ini Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Syaiful Hidayat buka suara.

Soal Jatah Menteri Jokowi, Surya Paloh: Kalau Dia Perlu NasDem Boleh, Nggak juga Nggak Apa-apa

Djarot mengatakan, DPP PDIP sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh anggota fraksi yang datang kongres untuk menyiapkan diri dan tidak boleh melakulan transaksi apapun.

Ditegaskan olehnya, bahwa PDIP adalah partai yang antikorupsi sehingga apabila ada kader yang terlibat maka akan dilakukan pemecatan dan tidak diberikan bantuan hukum.

Apakah dalam kasus Nyoman Dhamantra ini dilakukan hal yang sama?

Nyoman Dhamantra Kena OTT KPK, Ternyata Megawati Telah Mewanti-wanti Jelang Kongres PDIP di Bali

Djarot mengatakan bahwa kader PDIP tersebut secara otomatis dipecat.

"Kalau itu enggak ada suratnya langsung dipecat," kata Djarot saat ditemui di sela-sela sidang berlangsung.

Djarot mengungkapkan, dipecatnya kader yang terlibat korupsi karena hal itu tidak bisa disembuhkan dengan cara rehabilitasi.

Dikatakan bahwa jika seseorang ingin menjadi kaya bukanlah dengan masuk ke sebuah partai, melainkan harus menjadi pengusaha.

Seseorang yang masuk ke partai, menurutnya, harus bisa membantu masyarakat yang lemah atau memecahkan permasalahan-permasalahan wong cilik.

"Partai politik itu kan alat. Alat untuk mencapai tujuan. Tujuan kita apa? Mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memerangi kebodohan,"

"Jadi (korupsi) itu sudah menyimpang dan bukan watak PDI Perjuangan," tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved