Kongres V PDIP di Bali

Tarian Kebesaran PDIP "Banteng Fajar Dharma" Meriahkan Malam Budaya Kongres V PDIP di Bali

Dalam acara malam budaya ini, disuguhkan berbagai nyanyian dan tarian dari berbagai daerah

Tarian Kebesaran PDIP
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ketua Umum PDIP, Megawati didampingi Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, menghadiri malam budaya Kongres V PDIP di Bali, tepatnya di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Rabu (7/8/2019). Tarian Kebesaran PDIP "Banteng Fajar Dharma" Meriahkan Malam Budaya Kongres V PDIP di Bali 

Tarian Kebesaran PDIP "Banteng Fajar Dharma" Meriahkan Malam Budaya Kongres V PDIP di Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sehari sebelum dibukanya Kongres V PDIP di Bali, digelar acara malam budaya.

Dalam acara malam budaya ini, disuguhkan berbagai nyanyian dan tarian dari berbagai daerah.

Salah satu tari yang dipentaskan yakni Banteng Fajar Dharma, tarian kebesaran milik partai dengan lambang banteng moncong putih itu.

Dalam sinopsis tarian yang diterima Tribun Bali dari pihak panitia, tarian itu dikonsepkan langsung oleh Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster dan dikoordinatori oleh Wayan Wiartha.

Hadiri Malam Budaya Kongres V PDIP di Bali, Megawati Sampaikan Sambutan Off The Record

Malam Budaya Wujud Ekspresi Kebudayaan dalam Kongres V PDIP di Bali

Kemudian sebagai komposer, koreografer, penulis sinopsis dan narasi yakni I Nyoman Cerita.

Terciptanya tarian ini juga didukung oleh Komunitas Seni Saptana Jagaraga, Desa Singapadu, Gianyar yang dipimpin Wayan Darya.

Dijelaskan, secara kontekstual Fajar artinya sinar, kekuatan dan perjuangan; sementara Dharma berarti kebenaran sejati dan perbuatan mulia.

Penataan Tahap 1 Anggarkan Rp 2 M, Perbatasan Kabupaten Klungkung-Gianyar Kumuh

Samsung Galaxy Note 10 di Indonesia Dibanderol Mulai Rp 13 Jutaan, Pre-order Mulai Besok

Sehingga artinya, PDIP dengan kekuatan sinar kebenaran yang sejati dan perbuatan yang mulia dalam perjuangan mempertahankan dan mengembangkan kepemimpinannya yang mengedepankan pengabdian kepada negara dan bangsa.

Hal itu dilandasi dengan pemikiran, perkataan, perbuatan dan hasil yang terbaik, tulus serta suci.

Selain itu juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang berpihak pada kemanusiaan yang dilakukan secara sekala dan niskala.

"Laksana sifat sang surya begitu terbit melenyapkan gelapnya dunia," bunyi sinopsis tari tersebut.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved