Ini Alasan DPD Partai Golkar Provinsi Bali Sepakat Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Golkar

Dukungan itu selain dihasilkan dari pleno di Kabupaten maupun Provinsi, sosok Airlangga Hartarto memenuhi beberapa penilaian.

Ini Alasan DPD Partai Golkar Provinsi Bali Sepakat Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Golkar
net
Airlangga Hartarto 

TRIBUN BALI.COM, JIMBARAN - DPD Partai Golkar Provinsi Bali telah sepakat mendukung Airlangga Hartarto untuk kembali memimpin gerbong Partai Golkar periode 2019-2024 mendatang.

Dukungan ini disampaikan secara resmi dalam acara Konsolidasi Organisasi dan Deklarasi Dukungan DPD Partai Golkar Provinsi Bali Kepada Airlangga Hartarto Sebagai Ketua Umum Partai Golkar Periode 2019-2024, Kamis (8/8/2019) di Ballroom Movenpick Resorts & Spa Jimbaran, Badung, Bali.

Dukungan itu selain dihasilkan dari pleno di Kabupaten maupun Provinsi, sosok Airlangga Hartarto memenuhi beberapa penilaian.

"Kami menilainya tentu dengan pola Bali apa yang kita sebut yaitu bibit, bebet dan bobot. Bibit yakni beliau adalah putra dari Menteri pada jamannya sangat berhasil. Kalau kita melihat secara genetiknya ini kecerdasan dan lainnya dari sosok Airlangga Hartarto tidak diragukan lagi,' ungkap Gde Sumarjaya Linggih atau Demee, selaku Plt. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali.

DPD Partai Golkar Provinsi Bali Bulat Dukung Airlangga Hartato Jadi Ketua Umum
DPD Partai Golkar Provinsi Bali Bulat Dukung Airlangga Hartato Jadi Ketua Umum (Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin)

Bobot yang dimaksudkan yakni Airlangga Hartarto lulusan Universitas terkemuka di Indonesia yaitu tamatan UGM, lalu melanjutkan kuliah di Australia dan Amerika Serikat.

Ini mencerminkan secara kualitas sosok Airlangga Hartarto cukup berbobot yang juga sempat menjadi Pimpinan di Komisi VI dan Komisi VII DPR RI dan saat ini menjadi Menteri Perindustrian cukup bagus.

"Kita lihat juga dari penampilan beliau yang sederhana, tidak sombong, tidak merasa ganteng, kesederhanaan dalam bertutur kata itu sangat berbobot," tambah Demer.

Selain itu melihat nama Airlangga yang melekat adalah sebenarnya nama orang Bali pada zaman dulu.

Dimana Airlangga adalah putra dari seorang Raja Bali yaitu Udayana yang menikah dengan Mahendradatta dan melahirkanlah Airlangga yang menjadi Raja besar di Jawa.

Kemudian pada waktu itu ada pertentangan Siwa dan Buda dalam ideologi berhasil disatukan oleh Airlangga kemudian menikah dengan Sutasoma dan melahirkan Bhineka Tunggal Ika dan sekarang menjadi semboyan Partai Golkar.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved