Munas ATKLRSI di Bali Bahas Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Workshop ini mengangkat tema strategis implementasi kesehatan lingkungan rumah sakit dalam menghadapi akreditasi dan green hospital

Munas ATKLRSI di Bali Bahas Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
Dok ATKLRSI 
ATKLRSI menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Workshop kesehatan lingkungan rumah sakit di Harris Hotel & Residence Riverview Kuta, Bali pada 7-9 Agustus 2019. Munas ATKLRSI di Bali Bahas Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit 

Munas ATKLRSI di Bali Bahas Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Laporan Wartawan Tribun Bali, Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Asosiasi Tenaga Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Indonesia (ATKLRSI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Pertama dan Workshop kesehatan lingkungan rumah sakit, di Harris Hotel & Residence Riverview Kuta, Badung, Bali, 7-9 Agustus 2019.

Workshop ini mengangkat tema strategis implementasi kesehatan lingkungan rumah sakit dalam menghadapi akreditasi dan green hospital.

Ketua penyelenggara Maudy Dirgahayu Hussein mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan ATKLRSI diharapkan dapat memiliki peran terhadap permasalahan limbah medis di indonesia, terutama di rumah sakit.

"Limbah yang dihasilkan rumah sakit, terutama limbah medis dapat dilakukan pengolahan. Mengingat pengolahan limbah rumah sakit juga termasuk poin penting yang memengaruhi mutu layanan rumah sakit. Mutu layanan rumah sakit juga sangat menentukan untuk akreditasi rumah sakit tersebut," kata Hussein.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI Sofwan mengatakan ATKLRSI merupakan wadah yang menaungi tenaga kesehatan yang bergerak di bidang lingkungan rumah sakit seluruh Indonesia.

Sehingga ke depan, diharapkan dalam mengambil peran, baik dalam pengolahan limbah maupun pengolahan di bidang lingkungan.

"Selain berbicara peran mengelola lingkungan rumah sakit. Asosiasi ini juga dapat dijadikan wadah untuk sharing informasi terkait pengolahan limbah dan lingkungan rumah sakit," kata Sofwan.

Sofwan juga berharap, melalui workshop ini peserta dapat melakukan pengolahan limbah rumah secara terstruktur mulai dari sumber, dengan konsep 3R.

Selain itu, limbah rumah sakit juga dapat dilihat dari sisi manfaat.

"Tidak semua sampah rumah sakit harus dibuang. Limbah medis pun seperti itu, mana yang dapat diolah agar bermanfaat dan mana yang akan diolah lanjutan," ujat Sofwan.

Beberapa materi yang disampaikan dalam workshop ini adalah pengelolaan limbah daur ulang dan bank sampah, serta persyaratan transportasi limbah medis disampaikan oleh Teknologi Inovasi Menejemen Daur Ulang Insan Sanitarian (Timdis) Jogyakarta.

Yang sekaligus juga melakukan pendampingan dengan RSUP Sanglah dalam hal tata kelola limbah dan sampah dengan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle).

(*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved