Petani Cabai I Made Suendi Bersyukur, Panen di Saat Harga Melambung Tinggi

Kini cabai yang ditanamnya itu sudah siap panen saat harga cabai melambung tinggi.

Petani Cabai I Made Suendi Bersyukur, Panen di Saat Harga Melambung Tinggi
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Petani Cabai I Made Suendi saat melihatkan kebun cabai miliknya di Desa Sangeh, Abiansemal, Badung, Jumat (9/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Cuaca mendung dengan  angin yang sepoi-sepoi tidak mematahkan semangat para petani di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali melakukan aktivitasnya.

Mereka bersemangat untuk merawat cabai yang sudah ditanamnya beberapa bulan lalu.

Kini cabai yang ditanamnya itu sudah siap panen saat harga cabai melambung tinggi.

Para petani cabai pun kini bisa memetik hasil yang luar biasa dengan  harga cabai meningkat mencapai 50 persen dari harga biasanya.

I Made Suendi salah satu petani cabai merah besar di Desa Sangeh, Abiansemal pun mengaku sangat bersyukur karena harga cabai kini masih tinggi.

Ia mengatakan, tingginya harga cabai jarang terjadi, biasanya harga cabai tinggi menjelang hari raya.

“Biasanya dalam setahun kita bisa prediksi harga cabai, yakni saat hari raya galungan, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru itu pasti meningkat,” katanya saat ditemui di kebun cabainya, Jumat (9/8/2019).

Pria asal Banjar Pempatan, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi ini mengaku tingginya harga cabai di Bali karena adanya erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Hal itu kata dia petani cabai di Bangli kususnya di Kintamani tidak bisa menanam cabai.

“Penanaman cabai itu bergantung pada iklim. Saya menanam cabai saat erupsi, karena melihat saat erupsi petani di Kintamani tidak akan bisa menanam cabai,” katanya.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved