Tempel Narkotik Diupah Rp 50 Ribu, Andy Dituntut 14 Tahun Penjara

Andy dituntut karena dinilai memiliki dan menguasai narkotik golongan I jenis ekstasi dan sabu-sabu di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Tempel Narkotik Diupah Rp 50 Ribu, Andy Dituntut 14 Tahun Penjara
net/ilustrasi
Ilustrasi sabu-19-1 - Tempel Narkotik Diupah Rp 50 Ribu, Andy Dituntut 14 Tahun Penjara 

Tempel Narkotik Diupah Rp 50 Ribu, Andy Dituntut 14 Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Andy Hakim (37) tampak terpukul saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan pidana penjara selama 14 tahun.

Pria yang keseharian berprofesi sebagai tukang ojek online itu kerap menunduk dan sesekali menggelengkan kepala. Seolah tidak percaya dengan tuntutan yang diajukan jaksa.

Andy dituntut karena dinilai memiliki dan menguasai narkotik golongan I jenis ekstasi dan sabu-sabu di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Saat ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polres Badung, barang bukti yang ditemukan dari tangan Andy yakni 127 butir ekstasi. Juga belasan paket sabu-sabu dengan berat keseluruhan kisaran 270 gram.

Dari keterangan sementara, Andy mengaku hanya bertugas menempel atas perintah seseorang. Sekali tempel, Andy mendapat upah Rp 50 ribu dari orang tersebut.

Di persidangan, terhadap tuntutan yang diajukan Jaksa I Bagus Putra Gede Agung, terdakwa yang adalah sarjana teknik arsitek melalui tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis.

"Mohon waktu Yang Mulia, kami akan menanggapi tuntutan jaksa melalui pembelaan tertulis," ucap anggota tim penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara.

Sementara Jaksa Bagus Putra dalam surat tuntutan menyatakan, terdakwa secara sah terbukti dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Oleh karena itu ia dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. Sebagaimana dakwaan alternatif kedua.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Andy Hakim dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara. Dan pidana denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan penjara," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved