Yayasan Dwipahara Akan Tambah Daftar Larangan Siswa Magang, Pasca Tewasnya Wayan Ada & Wayan Ariana

Sebelum memberangkatkan siswa untuk mengikuti program magang, seluruh siswa juga wajib mematuhi 37 hal yang tidak boleh dilakukan di tempat magang

Yayasan Dwipahara Akan Tambah Daftar Larangan Siswa Magang, Pasca Tewasnya Wayan Ada & Wayan Ariana
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Penanggungjawab program penyaluran magang di Jepang, Yayasan Dwipahara Bali, Nyoman Gede Nuada saat memperlihatkan dokumen-dokumen milik kedua almarhum. Yayasan Dwipahara Akan Tambah Daftar Larangan Siswa Magang, Pasca Tewasnya Wayan Ada & Wayan Ariana 

Yayasan Dwipahara Akan Tambah Daftar Larangan Siswa Magang, Pasca Tewasnya Wayan Ada & Wayan Ariana

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, BADUNG - Yayasan Dwipahara Bali yang memberangkatan I Wayan Ada dan I Wayan Ariana magang ke Jepang, berdiri pada tahun 2005 dan pertama kali mengirim siswa magang ke luar negeri pada tahun 2006.

Secara kumulatif, setiap tahun siswa yang dikirimkan untuk mengikuti program magang mencapai 50 orang lebih.

Penanggungjawab program penyaluran magang di Jepang, Yayasan Dwipahara Bali, Nyoman Gede Nuada mengatakan pihaknya sebelum memberangkatkan siswa untuk mengikuti program magang, seluruh siswa juga wajib mematuhi 37 hal yang tidak boleh dilakukan di tempat magang.

“Di antaranya tidak boleh mengambil video saat bersepeda, dilarang menginap di tempat lain, wajib izin dari perusahaan ketika hendak keluar, dan sebagainya. Kalau larangan berenang belum masuk dalam 37 larangan itu. Namun secara lisan sudah tiang larang. Karena berenang di sungai Jepang berbeda dengan di Indonesia. Itu sangat berbahaya arusnya di bawah,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Pasca kejadian meninggalnya dua siswa itu akibat mandi di sungai lalu terbawa arus hingga akhirnya ditemukan meninggal.

Larangan mandi atau berenang di sungai akan ditambahkan dalam 37 hal yang tidak boleh dilakukan di tempat magang yang sebelumnya sudah ada.

“Itu jelas akan dimasukkan ke dalam 37 hal yang tidak boleh dilakukan sehingga nanti akan bertambah mungkin menjadi 40 atau lebih. Karena setiap ada kejadian yang memang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, otomatis akan kita tambahkan masukkan ke dalam larangan,” ungkap Gede Nuada.

Saat disinggung mengenai proses pemulangan jenazah keduanya apakah ada kendala?

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved