Cinema Without Wall Perkenalkan Sangeh Lewat Film Pendek, Ajak Milenial Mengingat Budaya & Tradisi

Cinema Without Wall memilih Desa Sangeh sebagai tempat atau lokasi dalam pembuatan film pendek

Cinema Without Wall Perkenalkan Sangeh Lewat Film Pendek, Ajak Milenial Mengingat Budaya & Tradisi
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
I Wayan Sitrisna saat memaparkan Desa Sangeh didampingi Caecilia Sherina (kanan) sebelum membuka open cinema atau bioskop terbuka di Taman Mumbul, Sangeh, Sabtu (10/8/2019) sore. Cinema Without Wall Perkenalkan Sangeh Lewat Film Pendek, Ajak Milenial Mengingat Budaya & Tradisi 

Cinema Without Wall Perkenalkan Sangeh Lewat Film Pendek, Ajak Milenial Mengingat Budaya & Tradisi

TRIBUN-BAKI.COM, BADUNG - Cinema Without Wall memilih Desa Sangeh sebagai tempat atau lokasi dalam pembuatan film pendek.

Film Lab Internasional ini merupakan terbesar se Asia dan pertama kali dilaksanakan dari 5 - 11 Agustus 2019.

Penggarapan Cinema Without Wall ini mengajak 45 sineas muda dari Sabang sampai Merauke, dan 6 negara lainnya yakni Malaysia, Myanmar, Korea Selatan, Taiwan, Makau dan Serbia.

Cinema Without Wall itu merupakan sebuah gerakan yang menyoroti kearifan lokal di Bali dengan membiarkan para siswa perfilman untuk menjelajahi desa asli yang ada di Bali selama seminggu.

Dalam pembuatan filmnya pun mereka berkolaborasi dan belajar bersama warga lokal.

"Dalam film ini kami mengangkat tentang budaya dan kearifan lokal yang ada di desa. Sehinga bisa menembus segala lapisan masyarakat dan bisa menyatukan hati semua orang lewat pikiran serta emosi," ujar Caecilia Sherina yang merupakan pencetus dari gerakan itu, Sabtu (10/8/2019) sore

Sineas muda lulusan Institut Kesenian Jakarta itu mengatakan, Cinema Without Wall akan menghasilkan 12 film pendek seputar topik “Lokal merupakan kemewahan baru”.

"Sekarang (kemarin) film-film pendek ini akan diputar pertama kalinya di Taman Mumbul, Sangeh. Setelah itu, akan diselenggarakan sebuah roadshow film yang akan diputar di berbagai macam lokasi di seluruh Indonesia. Sepanjang proyek ini, Cinema Without Wal merangkul konsep “opencinema” atau bioskop terbuka," jelasnya.

Ia percaya bahwa melalui film, orang dapat mengkomunikasikan ide dan solusi mereka yang dapat menyelesaikan tantangan dan masalah di dalam masyarakat.

Halaman
123
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved