Film Bali: Beats of Paradise Tayang di Cinemax Lippo Mall Hari Ini, Angkat Kisah Seniman Bali Ini

Untuk pertama Bali: Beats of Paradise tayang perdana di Cinemax Lippo Mall Kuta, Sabtu (10/8/2019) mulai pukul 18.35 Wita.

Film Bali: Beats of Paradise Tayang di Cinemax Lippo Mall Hari Ini, Angkat Kisah Seniman Bali Ini
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Nyoman Wenten (tengah), Livi Zheng (kiri) didampingi Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bali (kanan)¬†menyapa penonton sebelum pemutaran film Bali: Beats of Paradise. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Untuk pertama Bali: Beats of Paradise tayang perdana di Cinemax Lippo Mall Kuta, Sabtu (10/8/2019) mulai pukul 18.35 Wita.

Ratusan penonton mulai berdatangan dan melakukan registrasi sejak pukul 18.00 Wita.

Film Bali: Beats of Paradise merupakan film yang disutradarai oleh Livi Zheng.

Film ini mengangkat kisah inspiratif pemain dan komposer gamelan Nyoman Wenten, yang mengejar mimpinya sebagai seniman Bali di Amerika Serikat lewat musik gamelan Bali.

Nyoman Wenten, Livi Zheng didampingi kepala dinas Kominfo Provinsi Bali juga sempat  menyapa penonton sebelum pemutaran film dimulai.

Wenten merasa bersyukur dengan diproduksinya film Bali: Beats of Paradise ini. Wenten yang sejak kecil telah berkecimpung di bidang tari dan musik Bali, dan ingin memperkenalkan gamelan kepada dunia internasional.

Film berdurasi sekitar 90 menit ini diproduksi selama setahun dengan rentang waktu syuting selama tiga bulan.

Livi mengatakan ia terinspirasi terinspirasi dengan kisah hidup Nyoman Wenten yang memperkenalkan gamelan hingga dunia.

"Gamelan itu sudah banyak dipakai di film-film Hollywood, diantaranya Avatar. Tapi kalau di luar, orang tahu itu Avatar tapi nggak tahu itu ada gamelannya, gamelan dari Indonesia. Kan sayang. Saya merasa ini harus di filmkan. Saya sebagai orang Indonesia merasa ini harus diberitahukan kepada dunia. Saya buatlah film ini yang mengangkat budaya kesenian Indonesia dan juga gamelan Indonesia untuk menunjukkan bahwa itu semua sudah go internasional," kata Livi.

"Yang paling susah itu, di Indonesia banyak yang bagus-bagus, dan kita harus milih-milih karena nggak semuanya bisa masuk, padahal kita pengen syuting semuanya, tapi nggak bisa," lanjut Livi.

Kepala dinas Kominfo Provinsi Bali Nyoman Sujaya mengucapkan terimakasih telah mengangkat budaya Bali dalam film layar lebar.

Sujaya berharap dengan tokoh Nyoman Wanten, film ini dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk berkarya dan menghasilkan ide-ide baru dalam mengangkat kebudayaan Bali.

Film ini akan tayang serentak di seluruh Indonesia pada tangga 22 Agustus mendatang. (*) 

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved