Music Zone

Mari Menjahit Rasa bersama Keroncong Inovatif Khas D'jahitz

D'jahit, band yang memainkan musik keroncong inovatif ini tengah mengumpulkan materi lagu menuju album mini (extended play-EP).

Mari Menjahit Rasa bersama Keroncong Inovatif Khas D'jahitz
Dok. D'jahit
D'jahit, band yang memainkan musik keroncong inovatif ini tengah mengumpulkan materi lagu menuju album mini (extended play-EP). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelan tapi pasti, musik keroncong mulai mendapat tempat, khususnya di hati anak-anak muda.

Sebelumnya, keroncong begitu lekat dengan image lampau dan hanya dinikmati kebanyakan orang tua. Tapi tidak dengan para personel D'jahit, musik keroncong yang mereka mainkan kaya kebaruan.

Mereka pun menahbiskan diri memainkan musik keroncong inovatif. Kini band yang dideklarasikan 2 Desember 2015 ini tengah mengumpulkan materi lagu menuju album mini (extended play-EP).

"Sebelumnya kami sudah merilis tiga single. Rencananya kami akan membuat mini album. Prosesnya sudah ada beberapa lagu yang direkam. Tinggal dua lagu lagi yang direkam. Akan ada enam lagu ditambah satu bonus track. Totalnya ada tujuh lagu," jelas pemain ukelele dan juga vokal D'jahitz, De Setyadi.

Enam lagu adalah ciptaan mereka termasuk tiga single yang telah dirilis. Sedangkan satu lagu yang menjadi bonus track, D'jahitz akan meng-cover salah-satu lagu lawas.

"Satu lagu kami akan cover lagu lawas seizin pemilik lagu. Setelah itu akan disusul video musik. Lagu yang akan dijadikan video klip adalah lagu baru," kata De Setyadi.

Single berjudul "Nyait Rasa" yang telah rilis dipilih menjadi judul album mini. Alasannya, lagu tersebut merepresentasikan D'jahitz.

"Sementara kami pakai lagu Nyait Rasa sebagai judul mini album. Kami ingin ada nama band juga masuk di sana. Nyait Rasa ini temanya sangat luas. Dari pelbagai rasa, entah itu cinta atau latar belakang, kami jahit menjadi satu. Juga Nyait Rasa ini sebagai cerminan band kami," cetus De Setyadi.

Sembari menggarap beberapa materi di album mini, D'jahitz punya keinginan pelaksaan launching album tersebut bisa digelar di pasar.

"Kami punya ide dan mudah-mudahan terealisasi launching album mini di pasar. Konsepnya seperti ngamen. Meskipun tidak yang datang menonton, paling tidak kami bisa menghibur orang-orang di pasar," kata Dino.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved