Ubah Batok Kelapa Jadi Kerajinan Tangan, Endy Sebulan Bisa Raup Omzet Hingga Rp 6 Juta

Limbah batok kelapa tersebut, disulap oleh Endy menjadi berbagai kerajinan tangan yang cantik dan bermanfaat serta bernilai ekonomis

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Karsiani Putri
Endy Suryanta menunjukkan kerajinan tangan yang ia buat dengan memanfaatkan batok kelapa, Minggu (11/8/2019). Ubah Batok Kelapa Jadi Kerajinan Tangan, Endy Sebulan Bisa Raup Omzet Hingga Rp 6 Juta 

Ubah Batok Kelapa Jadi Kerajinan Tangan, Endy Sebulan Bisa Raup Omzet Hingga Rp 6 Juta

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Siapa sangka berawal dari banyaknya limbah batok kelapa yang berada di sekitaran rumahnya, membuat Endy Suryanta bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Limbah batok kelapa yang biasanya hanya digunakan untuk kayu bakar tersebut, disulap oleh Endy menjadi berbagai kerajinan tangan yang cantik, bermanfaat dan juga bernilai ekonomis.

Sejak tahun 2017, ia mengumpulkan batok- batok kelapa yang sudah tidak terpakai, kemudian dibuat menjadi produk mangkok, gelas, lampu hias dan hiasan meja.

"Supaya batok kelapa tidak terbuang sia-sia, saya berpikir kenapa tidak dipakai untuk kerajinan saja," ucapnya ketika ditemui Tribun Bali di areal Lapangan Bajra Sandi, Denpasar, Bali, Minggu (11/8/2019).

Pria asal Tabanan, Bali ini kini giat memproduksi dan memasarkan berbagai kerajinan tangan tersebut.

Untuk harga kerajinan tangannya dibanderol mulai dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 5,8 juta.

"Waktu ini sudah ada hiasan meja yang laku terjual Rp 7,8 juta," sebutnya.

Kerajinan tangan yang dibanderol termahal adalah hiasan meja berisikan miniatur kepala burung hantu.

Pembuatan kepala burung hantu beserta bulunya menggunakan kurang lebih sepuluh batok kelapa.

Ini karena menurutnya pembuatan bulu burung hantu tersebut terbilang sulit dan membutuhkan banyak batok kelapa.

Tidak hanya memanfaatkan batok kelapa, untuk produk ini ia juga menggunakan kayu gamal atau jati yang memiliki bentuk dan serat kayu yang cantik.

Pembuatan produk ini bisa menghabiskan waktu selama dua sampai tiga minggu.

Kini, Endy mulai memasarkan produknya dari mulut ke mulut serta rutin mengikuti pameran.

Apabila dalam sebulan penjualannya ramai, Endy mengaku bisa meraup keuntungan bersih sebesar Rp 5-6 juta per bulan.

Ke depannya, Endy mengaku ingin terus berkarya dengan menghasilkan berbagai bentuk kerajinan tangan yang unik dan tentunya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

"Siapa tahu ke depannya bisa memotivasi adik-adik yang lain untuk berkarya, dan juga semoga batok kelapa tidak lagi hanya dipandang sebelah mata," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved