Bali Berencana Kirim Satu Atlet Tinju Putri ke Pra PON 2019

Bali semakin gencar mempersiapkan para atlet tinju terbaiknya menghadapi Pra PON 2019 cabang olahraga tinju

Bali Berencana Kirim Satu Atlet Tinju Putri ke Pra PON 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Latihan atlet tinju Bali bersama atlet tinju Denpasar, Klungkung dan Tabanan di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Senin (12/8/2019). Bali Berencana Kirim Satu Atlet Tinju Putri ke Pra PON 2019 

Bali Berencana Kirim Satu Atlet Tinju Putri ke Pra PON 2019

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali semakin gencar mempersiapkan para atlet tinju terbaiknya menghadapi Pra PON 2019 cabang olahraga tinju, yang rencananya akan berlangsung di Ternate, Maluku Utara, 15 September 2019.

Pelatih tinju Bali, Yulianus Leo Bunga (65) mengatakan, selain mengirim atlet tinju putra pada Pra PON 2019 nanti, rencananya Bali juga akan mengirim satu atlet tinju putri atas nama Ayu Rambu (21).

Yulianus mengungkapkan alasan dikirimnya satu atlet tinju putri ke Pra PON 2019 tersebut.

“Selama ini kan kita lihat peluang putri itu dari NTB saja yang menguasai, jadi kita mau mencobalah, kali ini kita bawa yang asli dari sini,” ucapnya pada Tribun Bali di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Senin (12/8/2019).

Pria paruh baya ini menuturkan, Ayu telah berlatih rutin sejak Mei 2019 bersama dengan para atlet putra lainnya.

Ia juga melihat perkembangan atlet tinju putri Bali tersebut sangat bagus.

“Dia mulai latihan kira-kira bulan Mei, sebelumnya dia juga sudah sering datang untuk latihan tapi mulai kontinunya atau latihan terus itu bulan Mei. Dia juga dapat main di Canggu dan Wali Kota Cup juga dia dapat bermain. Kita lihat perkembangannya sudah ada peningkatan dari segi teknik dan  staminanya,” ucapnya.

Yulianus berkata, latihan yang diterapkan pada atlet putra maupun putri tidak memiliki perbedaan, hanya saja kendala yang dialami atlet tinju putri ialah saat melakukan sparring, karena minimnya atlet tinju putri yang ada di Bali sehingga sedikit kesusahan mencari partner sparring.

Pada Pra PON 2019 nanti, Ayu akan diturunkan di kelas 48 kg atau 51 kg putri. Namun, pelatih tinju Bali ini tetap menyerahkan keputusan pemilihan kelas pada Ayu.

“Untuk di Pra PON saya maunya taruh dia di kelas layang 48 kg putri karena di kelas 48 kg kan peluang masih lebih baguslah daripada  main di 51 kg putri, sekarang tergantung dia apa dia bisa atau tidak. Kami di bulan terakhir ini masalahnya di berat badan saja, kami serahkan kepada dia (Ayu), saya gak berani memaksa karena kasihan juga dia cewek. Saya cuma mengatakan padanya bahwa jika dia bermain di kelas 48 kg, peluangnya lebih besar. Sekarang masalah berat badan saja, sedangkan untuk teknik dan skill sudah bisa untuk menghadapi petinju-petinju lainnya,” jelasnya.

Ia berpesan pada Ayu untuk menjaga kondisi fisik dan menurunkan berat badannya secara perlahan karena masih ada waktu cukup menjelang Pra PON 2019. Yulianus juga berharap Ayu dapat lolos ke PON 2020.

Selain Ayu, berikut nama-nama atlet putra Bali yang rencananya akan dikirimkan ke Pra PON 2019, Krispinus Mariano Wonda kelas 46 kg, Kornelis Kwangu Langu kelas 49 kg, Ferdinandus Seran kelas 52 kg, Julio Bria kelas 56 kg, Jekri Riwu kelas 60 kg, Gregorius Gheda Dende kelas 64 kg, Yohanes Mela kelas 69 kg.

(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved