Simpang Ring Banjar

Jaga Spirit Berkesenian, Banjar Pekandelan Legian Tengah Bangun Palinggih Taksu Pregina

Untuk menjaga taksu agar Ida tetap malinggih ring bebanjaran, akhirnya dibangunlah sebuah palinggih Taksu Pregina untuk membangun spirit

Jaga Spirit Berkesenian, Banjar Pekandelan Legian Tengah Bangun Palinggih Taksu Pregina
Banjar Pekandelan Legian Tengah
Karya Seni - Tarian kreasi STT Wija Adnya, Banjar Pekandelan Legian Tengah “Nak Kuta” yang bercerita soal Legian di tiga zaman termasuk tragedi bom Bali. Jaga Spirit Berkesenian, Banjar Pekandelan Legian Tengah Bangun Palinggih Taksu Pregina 

Jaga Spirit Berkesenian, Banjar Pekandelan Legian Tengah Bangun Palinggih Taksu Pregina

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG -  Sudah diakui, kawasan Legian, Kuta, Badung menjadi lokasi pariwisata populer di dunia. Seiring waktu, pembangunan infrastruktur di sana pun bertambah pesat.

Persentuhan pariwisata dengan interaksi manusia lintas budaya ini, tak ayal punya pengaruh pada keajegan budaya Bali di lingkungan warga Legian.

Kendati demikian, spirit menjaga kelestarian tradisi dan budaya masih dipegang teguh oleh krama Banjar Suka Duka Pekandelan, Legian Tengah, Desa Adat Legian.

Di banjar ini, krama tak ingin kehilangan jati diri sebagai orang Bali. Sebab itu, berbagai kegiatan seperti kesenian tradisional masih terus dipupuk hingga saat ini.

Kelian Banjar Suka Duka Pekandelan Legian Tengah, I Gusti Ketut Bagus Merta mengatakan, sejak turun-temurun krama banjar telah berkomitmen menjaga kesenian tradisional Bali, baik tabuh maupun tari.

Para panglingsir banjar, jauh sejak sebelum pariwisata berkembang pesat, menjadikan banjar sebagai wadah bersosial sekaligus berkesenian.

Bahkan, tambah dia, dulu Sekaa Sendratari Ramayana Ballet di Banjar Pekandelan sempat eksis hingga diundang untuk pentas keluar banjar hingga ke hotel-hotel di Nusa Dua.

Driver Ojol di Madiun Diduga Kuat Jadi Korban Pembunuhan, Wajah Darwin Penuh Luka & Bersimbah Darah

Demi Mengikuti Upacara HUT RI Bersama Jokowi, Pria Ini Jalan Kaki Sejauh 470 Km

Banjar Pekandelan Legian Tengah ini memang sejak dulu terkenal unggul dalam bidang pelestarian seni-budaya.

“Hingga saat ini kami memiliki sekaa gong yang lengkap, mulai dari anak-anak, sekaa teruna, seka teruni hingga sekaa gong ibu-ibu PKK,” ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved