Breaking News:

Karena Sering Potong Upah Karyawan, Nyoman Parta Jegal Perusahaan Outsourcing

Selama ini terdapat keluhan mengenai kejamnya perusahaan outsourcing yang seringkali memotong upah karyawan.

dok ist
Rapat pembahasan Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Ruang Baleg Gedung DPRD Bali, Minggu (11/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama ini terdapat keluhan mengenai kejamnya perusahaan outsourcing yang seringkali memotong upah karyawan.

Padahal upah para pekerja di perusahaan outsourcing tidaklah besar.

Persoalan itu menjadi pembahasan dalam rapat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Ruang Baleg Gedung DPRD Bali, Minggu (11/8).

Ketua Pansus Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, Nyoman Parta, mengatakan melalui regulasi ini pihaknya berupaya menjegal perusahaan outsourcing yang seringkali memotong gaji karyawan tersebut.

Bule Australia Ngamuk di Jalanan Kuta Kini Meringkuk Ditahanan, Dokter Sebut dalam Pengaruh Alkohol

Dengan berlakunya Perda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, nantinya perusahaan outsourcing tidak boleh lagi memotong upah dan penghasilan lain yang diberikan oleh perusahaan sebagai pemberi pekerjaan.

Menurutnya, jika perusahaan ingin mendapatkan jasa maka harus mendapatkan jasa dari pihak yang diajak bekerja sama, bukan dari hasil memotong gaji karyawan yang selama ini seringkali terjadi.

"Jadi jangan memotong upah. Upah outsourcing sudah sedikit. Kan itu yang selama ini terjadi," keluh politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Selain tak lagi boleh memotong gaji para pekerjanya, perusahaan outsourcing juga diwajibkan untuk melaporkan keperluannya kepada Pemprov Bali.

Penerima jasa outsourcing dari perusahaan tempat pemberi kerja harus melaporkan terlebih dahulu jenis pekerjaan yang akan diberikan kepada perusahaan pemberi jasa outsourcing.

Nantinya perusahaan outsourcing juga dikenai pemberlakuan regulasi pendirian perusahaan dan UU ketenagakerjaan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved