Pinge Tawarkan Atraksi Tradisi, Desa Wisata Berkonsep Community Based Tourism

ITDC mengajak awak media melihat langsung alam, budaya dan atraksi di Desa Wisata Pinge, Marga, Tabanan

Pinge Tawarkan Atraksi Tradisi, Desa Wisata Berkonsep Community Based Tourism

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kilauan sayap putih burung Kokokan menyambut rombongan ITDC dan media Bali saat memulai trekking di Desa Wisata Pinge, Marga, Tabanan.

Dinginnya udara tak menyurutkan semangat rombongan berjalan selama sejam.

ITDC mengajak awak media melihat langsung alam, budaya dan atraksi di Desa Wisata berpenduduk 818 jiwa dari 163 KK ini.

Bersama Yayasan Tri Hita Karana, rombongan membuktikan langsung penerapan konsep community based tourism di desa ini. Pinge telah ditetapkan menjadi desa wisata sejak tahun 2014.

Satu kilometer perjalanan tak terasa karena diselingi hijaunya hamparan padi, sayur kol, bunga gumitir hingga ladang cokelat.

“Burung Kokokan ini padahal dari Ubud, tapi terbang sampai ke sini pada musim tanam padi. Burung ini datang pagi dan malamnya kembali ke Ubud,” ujar I Made Suarka, guide lokal asal Banjar Pinge, Sabtu (10/8/2019).

Lokasi penghujung jalur trekking ditandai dengan bangunan Pura Subak Baluan.

Ada tiga subak yang dilalui jalur trekking ini, kata dia, yakni Subak Pacung, Baluan, dan Pengilen.

Dalam perjalanan, pengunjung juga dapat menyaksikan petani membajak dengan traktor, ada pula dengan sapi atau disebut matekap.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved