Breaking News:

Sejarah Ngerebong, Peringatan Kejayaan dan Keberhasilan Ekspansi Raja Kesiman ke Sasak

Ngerebong pada intinya merupakan sebuah peringatan suksesnya atau masa kejayaan raja-raja pada zamannya yang dikemas dengan sistem religi.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Pamedek yang kerahuan menghujamkan keris ke tubuhnya saat mengikuti Upacara Pengerebongan di Pura Dalem Petilan, Kesiman, Denpasar, Minggu (11/8/2019). 

Tradisi ini merupakan tradisi enam bulanan yang dilaksanakan seminggu setelah Umanis Kuningan atau tepatnya pada Redite (Minggu) Pon Medangsia.

Sejarah Ngerebong
Budayawan yang juga tetua Desa Adat Kesiman, I Gede Anom Ranuara mengatakan Ngerebong pada intinya merupakan sebuah peringatan suksesnya atau masa kejayaan raja-raja pada zamannya yang dikemas dengan sistem religi untuk memperkuat dan mengeksistensikan keberhasilan raja saat itu.

“Karena dilihat dari Pura Petilan ini adalah senter upacara tempat upacara besar di Kesiman. Ini ritual atau pengilen dari sejarah kejayaan itu di mana Raja Kesiman sempat melaksanakan ekspansi ke Sasak, Lombok,” katanya.

Ekspansi tersebut dilakukan dengan tiga tahap yakni penyerangan, penggempuran, dan keberhasilan.

Untuk keberhasilan penggempuran ada beberapa ritual di Pura Uluwatu yang dilakukan raja dan ada beberapa kaul untuk dapat kesusksesan.

Pertama raja memohon ke Pura Uluwatu dan dianugerahi keris yang bernama Ki Cekle.

Dengan menggunakan keris itu Sasak pun ditakklukkan.

“Sasak tak mau mengalah dan meminta diadakan adu jangkrik. Raja menerima dan menggunakan jangkrik betulan tapi di sana menggunakan jangkrik siluman sehingga sempat kalah dan kembali ke Uluwatu biar menang adu jangkrik,” jelasnya.

Sejumlah pamedek mengalami kerahuan saat mengikuti Upacara Pengerebongan di Pura Dalem Petilan, Kesiman, Denpasar, Minggu (11/8/2019).
Sejumlah pamedek mengalami kerahuan saat mengikuti Upacara Pengerebongan di Pura Dalem Petilan, Kesiman, Denpasar, Minggu (11/8/2019). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Saat itu konon ada sabta sesuhunan di Pura Uluwatu yang meminta raja ngereh lemah atau ngereh siang hari.

Raja menyanggupi dan setelah itu raja diminta mengambil pemicu (pengilitan) jangkrik di Pura Muaya Jimbaran, mencari makanannya di Pura Dalem Kesiman berupa jepun putih dan jangkrik berupa jangkrik kuning diambil di Padanggalak.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved