Beban Traffic Bandara Ngurah Rai Kian Berat, Ini Terobosan Alternatif Ditjen Hubud

Beban Traffic Bandara Ngurah Rai Kian Berat, Ini Terobosan Alternatif Ditjen Hubud

Beban Traffic Bandara Ngurah Rai Kian Berat, Ini Terobosan Alternatif Ditjen Hubud
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana runway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu lalu terlihat dari Tower ATC AirNav Indonesia Cabang Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan AirNav Indonesia merumuskan solusi alternatif jalur penerbangan dari dan ke Bali untuk mengurangi tingkat kepadatan pergerakan pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, mengungkapkan, sejauh ini beban Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali sudah padat.

Bandara ini menjadi bandara tersibuk dan masuk dalam kategori level III bedasarkan Internasional Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional.

“Beban Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali saat ini cukup berat, untuk itu, kami sedang mencoba alternatif untuk mengatur kepadatan pesawat dari dan ke Bali,” ungkap Polana, Selasa (13/8/2019).

Ia menambahkan alternatif yang akan ditawarkan nantinya, tidak akan menyampingkan keselamatan, keamanan dan pelayanan operasional penerbangan, sebab hal tersebut merupakan prioritas utama pada penerbangan di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir mengatakan, saat ini pesawat dari Jakarta menuju Bali melalui jalur utara saja dengan menggunakan jalur penerbangan konvensional.

Untuk itu, akan dicoba jalur alternatif dari jalur utara dan selatan pulau Jawa menggunakan jalur penerbangan berbasis satelit yang disebut sebagai Performance Based Navigation (PBN).

Jalur penerbangan PBN ini akan menghubungkan 4 kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar) yang rencananya akan dipublikasi pada tanggal 5 Desember 2019 dan efektif digunakan pada tanggal 30 Januari 2020.

Elfi menambahkan dengan menggunakan PBN, saat ini kami sedang membuat jalur penerbangan melalui jalur utara Pulau Jawa.

Sedangkan untuk jalur penerbangan menggunakan jalur selatan Pulau Jawa sudah dipublikasi pada tanggal 17 Agustus 2017.

“Apabila jalur penerbangan menggunakan PBN sudah diterapkan seluruhnya maka diharapkan pendaratan dan keberangkatan di Bandar Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dapat berjalan lebih lancar,” imbuh Elfi.

Selain itu Elfi menyampaikan bahwa berdasarkan Notice Airport Capacity (NAC), Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali sudah ada sebanyak 30 pergerakan per jam dan direncanakan pada winter season yang dimulai pada Oktober 2019 sampai Maret 2020 akan ditingkatkan menjadi 32 pergerakkan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved