Detik-detik Briptu Heidar Disandera Lalu Dibunuh Pemberontak di Papua, Ini Dugaan Sang Ayah

Briptu Heidar dan Bripka Alfonso sedang melaksanakan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai sepeda motor.

Detik-detik Briptu Heidar Disandera Lalu Dibunuh Pemberontak di Papua, Ini Dugaan Sang Ayah
Kompas.com
Briptu Heidar, Anggota Direskrim Polda Papua yang gugur setelah disandera KKSB di Kabupaten Puncak, Papua pada Senin (12/08/2019) siang(Dok Istimewa). Anggota Direskrim Polda Papua, Briptu Heidar gugur setelah disandera lalu dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Senin (12/8/2019).Sebelum dibunuh, Briptu Heidar yang kini dinaikkan pangkat menjadi Brigadir Anumerta tengah melakukan patroli bersama rekannya, Bripka Alfonso dengan mengendarai sepeda motor di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua. 

Kaharuddin pun mengenang sosok anaknya sebagai pribadi yang pendiam, namun juga suka bersosialisasi.

Sementara kelemahannya adalah gampang percaya dengan orang lain.

“Katanya dia dipanggil untuk bertemu dengan salah satu pimpinan KKB di Ilaga. Namun sepertinya dia dijebak."

"Ada seseorang yang dikenal memanggil dia dalam perjalanan, tidak tahunya seperti itu akhirnya,” kata dia.

Anggota Polda Papua ini rencananya akan dimakamkan hari ini di Taman Pemakaman Umum SIawung yang berjarak 200 meter dari rumah duka.

Berprestasi dan Mahir Bahasa Jerman

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal di Jayapura, Selasa (13/8/2019), menceritakan Heidar mengikuti Pendidikan Bintara Tugas Umum Polri pada 2014 di SPN Jayapura Polda Papua.

Kemudian pada 2015 ia ditempatkan di Polres Lanny Jaya dengan jabatan Bintara Reskrim selama 2 tahun.

Berprestasi hingga dapat kenaikan pangkat luar biasa "Selanjutnya pada 2017 bergabung di Dit Reskrimum Polda Papua," katanya.

Kamal menggambarkan sosok Heidar sebagai seorang polisi yang berprestasi karena selama 5 tahun bertugas almarhum berhasil menuntaskan 11 kasus.

Bahkan, pada 2017 Heidar mendapat kenaikan pangkat luar biasa dalam aksi pembebasan sandera warga Papua dan non-Papua oleh KKB di Tembagapura.

Pembebasan itu di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, pada 11 November 2017.

"Almarhum banyak mendapatkan bintang jasa karena berhasil mengungkap 11 kasus kriminal yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang terjadi di wilayah pegunungan tengah Papua," kata Kamal.

Mahir bahasa Jerman Dari sisi akademis, Heidar memiliki keahlian khusus dalam berbahasa karena ia mahir berbahasa Jerman.

Ia memaklumi capaian yang diperoleh Heidar karena yang bersangkutan dikenal sebagai sosok personel yang disiplin, ulet, dan jujur, serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh pimpinan. (*)

Artikel ini ditulis Kompas.com/Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi/Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin elah tayang di tribunnewsbogor.com 

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved