Koster Tegaskan Ini Soal Wisatawan yang Lakukan Pelecehan Tempat Suci di Bali

Menurut Koster, masalah itu belum selesai hanya dikompromikan dengan permintaan maaf dari pelaku atau dengan digelarnya upacara guru piduka.

Koster Tegaskan Ini Soal Wisatawan yang Lakukan Pelecehan Tempat Suci di Bali
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Gubernur Bali Wayan Koster. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan tanggapan terkait peristiwa pelecehan pancuran suci oleh dua warga negara asing (WNA) di Kawasan Monkey Forest, Desa Padang Tegal, Ubud, Gianyar, Bali.

Menurut Koster, masalah itu belum selesai hanya dikompromikan dengan permintaan maaf dari pelaku atau dengan digelarnya upacara guru piduka.

Namun ke depan jika ada tindakan pelecehan tempat suci, maka harus ada tindakan tegas dengan memulangkan wisatawan bersangkutan.

Akhir Kasus Penistaan di Petirtaan Monkey Forest, Desa Padangtegal Pilih Berdamai Demi Pariwisata

Setelah Dilecehkan 2 Bule, Petirtan di Monkey Forest Ubud Ditutup Untuk Wisatawan

Sepasang Bule Lecehkan Tempat Suci Umat Hindu, Pengelola Monkey Forest Ubud Siapkan Langkah Ini

“Dengan dikompromikan begitu dan digelar guru piduka atau minta maaf dianggap selesai. Tetapi buat saya sebagai pemimpin wilayah ini belum selesai. Ke depan kalau ada lagi wisatawan seperti itu, pulangin aja dia. Sudah gak tertib datang ke Bali. Kita warning seperti itu,” kata Koster saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Selasa (13/8/2019).

Menurutnya, pelecehan itu merupakan salah satu bentuk pelanggaran.

Dan masih ada pelanggaran lainnya yang berbau pelecehan.

Saat ini, kata dia, Dinas Pariwisata sedang dilakukan invetarisir berbagai masalah yang berkaitan dengan penyelenggaraan kepariwisataan. 

Selanjutnya, dalam hal yang sifatnya melecehkan dan memberi kesan citra pariwisata Bali tidak bagus, pemerintah daerah harus lebih berperan dalam melakukan pengawasan.

“Supaya tidak hanya untuk kepentingan mengejar pendapatan dari pariwisata lantas pengawasannya terlalu longgar yang akhirnya kita terkesan seperti kurang bermartabat,” ucap Koster. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved