Mahasiswa KKN Unud Desa Baluk Gelar Penyuluhan Biogas di Simantri 569

Penyuluhan dan demo biogas oleh PPDM Unud ini untuk mengoptimalkan penggunaan biogas sebagai bahan bakar.

Mahasiswa KKN Unud Desa Baluk Gelar Penyuluhan Biogas di Simantri 569
Istimewa/Mahasiswa KKN Unud di Desa Baluk
Penyuluhan pemanfaatan biogas yang difailitasi mahasiswa KKN Unud di Desa Baluk Jembrana, Bali, Minggu (11/8/2019) lalu. 

Mahasiswa KKN Unud Desa Baluk Gelar Penyuluhan Biogas di Simantri 569

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Udayana (Unud) menggelar penyuluhan dan demo pemanfaatan biogas di Simantri 569 Kelompok Tani Ternak Sato Amerta Utama, Banjar Rening, Desa Baluk, Jembrana, Bali, Minggu (11/8/2019) lalu.

Kegiatan ini dilakukan oleh Ketua Tim PPDM Ristek Dikti, Desa Baluk I Ketut Adi Atmika ST MT dan Ketua Tim Biogas Universitas Udayana Prof Dr Tjok Tirta Nindhia, yang dihadiri oleh para perangkat desa, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pitik Jaya dan anggota Kelompok Ternak Simantri Sato Amertha Utama serta para mahasiswa KKN PPM 2019 Unud.

"Penyuluhan dan demo biogas oleh PPDM Unud ini untuk mengoptimalkan penggunaan biogas sebagai bahan bakar kompor dan genset," ujar ujar Ketua PPDM Ristek Dikti sekaligus DPL KKN PPM Desa Baluk tahun 2019, Adi Atmika, melalui rilis yang diterima Tribun Bali, Selasa (13/8/2019).

Adi Atmika mengatakan, tujuan utama penyuluhan ini ialah bagaimana limbah dari kotoran ternak, khususnya sapi, terutama di Simantri yang selama ini sudah dimanfaatkan menjadi lebih optimal.

Penyuluhan pemanfaatan biogas yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN Unud di Desa Baluk Jembrana, Bali, Minggu (11/8/2019) lalu.
Penyuluhan pemanfaatan biogas yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN Unud di Desa Baluk Jembrana, Bali, Minggu (11/8/2019) lalu. (Istimewa/Mahasiswa KKN Unud di Desa Baluk)

Melalui penyuluhan ini, pemanfaatan limbah sapi ditambah dengan teknologi hasil riset yang dilakukan oleh tim biogas Unud.

Teknologi yang digunakan adalah mesin digester portable.

Mesin digester berkapasitas 400lt ini bisa mengolah kotoran sapi menjadi biogas atau CH4.

Ada juga genset yang sudah ditingkatan 6.000 watt dan dilengkapi dengan motor stater kemudian juga ditambah dengan beberapa unit kompor biogas.

Nantinya akan diserahkan 1 set kompor biogas untuk KWT Pitik Jaya untuk membantu dalam pembuatan abon telur.

Targetnya, beberapa KWT dan kelompok ternak bisa diberikan juga, sebagai persediaan tim biogas menyediakan 4 unit kompor biogas.

"Mudah- mudahan program ini dapat menyebar ke Simantri lain di seluruh Desa Baluk," ujar Adi Atmika. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved