Masih Ada 5.980 Unit Rumah Tidak Layak Huni di Buleleng

Sebanyak 869 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diberikan kepada warga yang ada di tujuh kecamatan, Kabupaten Buleleng,

Masih Ada 5.980 Unit Rumah Tidak Layak Huni di Buleleng
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Asisten II Setda Buleleng, Ni Made Rousmini menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR, kepada warga Buleleng, Senin (12/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 869 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diberikan kepada warga yang ada di tujuh kecamatan, Kabupaten Buleleng, Senin (12/8/2019).

Bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah, untuk pemenuhan rumah layak huni.

Asisten II Setda Buleleng, Ni Made Rousmini mengatakan, selain dari Menteri PUPR, tahun ini pihaknya juga memberikan bantuan kepada 1.775 unit rumah, untuk pemenuhan rumah layak huni yang dananya bersumber dari APBD, maupun bantuan dari pemerintah Kabupaten Badung.

Kendati demikian, Rousmini tidak memungkiri masih tersisa 5.980 unit lagi di Buleleng yang tergolong tidak layak huni. 

Untuk menuntaskan jumlah tersebut, kata Rousmini, pihaknya sudah meminta kepada Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bali, agar terus difasilitiasi, sehingga bantuan BSPS dari kementerian terus diberikan di wilayah Buleleng setiap tahunnya.

"Tergantung sumber pendanaannya mecukupi tidak. Kalau setiap tahun diberikan 800 unit, ditambah diluar bantuan dari kementerian, semoga tahun 2023 tuntas angka lima ribuan itu," katanya.

Khusus bantuan BSPS dari Kementerian PUPR, masing-masing kepala keluarga (KK) akan menerima bantuan sebesar Rp 17,5 juta.

Dengan rincian, Rp 15 juta untuk bahan material, dan Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang. Namun bantuan tidak diberikan secara tunai.

Masyarakat penerima bantuan hanya dapat mengambil bahan material di toko pendamping, yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. 

"Ini hanya untuk meningkatkan kualitas rumah, bukan membangun dari awal. Rumah yang tadinya tidak berlantai semen, sekarang dilantai semen. Atau rumah yang tadinya tembok bedeg, sekarang ditembok pakai semen batu bata," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved