Rencana Pemindahan Ibu Kota Disoroti Analis Senior Jepang, Komentari Jakarta hingga Bisnis Besar

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) menurutnya memang bagus tetapi saat ini mungkin lebih tepat untuk semakin menekankan infrastruktur.

Rencana Pemindahan Ibu Kota Disoroti Analis Senior Jepang, Komentari Jakarta hingga Bisnis Besar
Super Ball/Feri Setiawan
Ilustrasi Monas. 

Keterlambatan Indonesia di bidang infrasturtur secara konkrit dibuktikannya saat ke Jakarta pertengahan tahun 2017 yang dialaminya sangat melelahkan karena macet di mana-mana.

"Kemacetan luar biasa di Jakarta sangat tidak produktif saat itu. Kini dengan dibangun dan dioperasikan MRT mungkin agak lebih baik lagi, mengurangi kemacetan yang ada."

"Tapi yang pasti itu bukti pengembangan infrastruktur di Indonesia harus lebih cepat lagi, lebih luas lagi di masa mendatang ini," tambahnya.

Apabila terlambat pengembangan hal tersebut maka ditakutkan Indonesia akan ketinggalan dari negara lainnya.

"Apalagi target Indonesia menjadi nomor 4 di dunia tahun 2045. Apakah bisa hal itu terlaksana dan tercapai tahun 2045 saat 100 tahun kemerdekaan Indonesia?"

"Perlu kita fokuskan pembangunan infrastruktur mungkin lebih cepat dan lebih luas tersebar ke mana-mana di Indonesia jangan terpusat di Jakarta saja ya."

Akematsu senang dengan semangat dari Presiden Indonesia saat ini untuk meningkatkan perekonomian Indonesia lebih lanjut.

Namun, ia berpesan agar bergerak jauh lebih cepat lagi di tengah persaingan global bisnis saat ini. (*)

 

Artikel ini ditulis Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang telah tayang di Tribunnews.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved