Transaksi Menggunakan APMK di Bali Capai 2,9 Juta Unit, Didominasi Kartu Debet

Bank Indonesia (BI) mencatat, jumlah kartu dari alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) di Bali, mencapai 2,9 juta unit

Transaksi Menggunakan APMK di Bali Capai 2,9 Juta Unit, Didominasi Kartu Debet
pixabay.com
Ilustrasi - Alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) di Bali didominasi kartu debet. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bank Indonesia (BI) mencatat, jumlah kartu dari alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) di Bali, mencapai 2,9 juta unit. Didominasi kartu debet.

Dengan rincian kartu ATM sebanyak 317 ribu unit, kartu debet 2,3 juta unit, dan kartu kredit 361 unit.

Kemudian dari sisi transaksi, nominal transaksi APMK di Bali periode Mei 2019 mencapai Rp 10,76 triliun per bulan, atau Rp 347,7 miliar per hari, dengan volume transaksi 10,78 juta per bulan atau 347,7 ribu per hari.

Sampai saat ini, Trisno mengakui ada kendala dalam penerapan transaksi non tunai ini.

“Kurangnya regulasi yang memaksa implementasi elektronifikasi. Serta perlunya peningkatan edukasi dan sosialisasi menjadi salah satu kendala,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

Selain itu, perlu diminimalisir permasalahan rekonsiliasi dan settlement pembayaran transaksi uang elektronik oleh bank kepada merchant.

Kendala lainnya, perlu adanya peningkatan minat dan kesadaran masyarakat memiliki serta menggunakan uang elektronik.

Peningkatan infrastruktur dana sarana prasarana khususnya layanan top up uang elektronik juga penting.

“Intinya harus ada komitmen dan dukungan kepada daerah termasuk pejabat tinggi daerah,” tegasnya.

Sehingga tercipta ekosistem transaksi non tunai, dengan penguatan regulasi atau dasar hukum dan edukasi sosialisasi berkesinambungan ke masyarakat dan stakeholder terkait. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved