Asyiknya Bincang Literasi Pesantren di PP Al Jauhar Jember

Bincang Literasi Pesantren dan Proses Kreatif Penulisan Buku “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” karya Kambali Zutas di Pondok Pesantren Al Jauhar, Jember,

Asyiknya Bincang Literasi Pesantren di PP Al Jauhar Jember
dokumentasi panitia
Cenderamata - Pengasuh PPM Al Jauhar, Hj Lilik Istiqomah, SH, MH (kanan kedua) didampingi perwakilan alumni Kambali Zutas (paling kanan) memberikan cenderamata kepada moderator Akhsan Aziz (tengah) dan pemateri Mahrus Sholih (kiri kedua) dan Agus Sakti (paling kiri) pada acara Bincang Literasi Pesantren di Pondok Pesantren Al Jauhar, Jember, Jawa Timur, Minggu (11/08/2019).Hj Lilik Istiqomah, SH, MH (kanan kedua) didampingi perwakilan alumni Kambali Zutas (paling kanan) memberikan cenderamata kepada moderator Akhsan Aziz (tengah) dan pemateri Mahrus Sholih (kiri kedua) dan Agus Sakti (paling kiri) pada acara Bincang Literasi Pesantren di Pondok Pesantren Al Jauhar, Jember, Jawa Timur, Minggu (11/08/2019). 

Asyiknya Bincang Literasi Pesantren di PP Al Jauhar Jember

TRIBUN-BALI.COM, JEMBER - Bincang Literasi Pesantren dan Proses Kreatif Penulisan Buku “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” karya Kambali Zutas di Pondok Pesantren Al Jauhar, Jember, Jawa Timur, pada Minggu (11/08/2019) malam berlangsung menarik dan asyik.

Peserta yang notabene santri dan mahasiswa ini larut dalam bincang yang menghadirkan pemateri Agus Sakti (CMO/co-Founder of LandingPress), Mahrus Sholih (Ketua Aliansi Jurnalis Independen-AJI Jember), dan Kambali Zutas (jurnalis dan penulis).

Bincang literasi dipandu oleh Akhsan Aziz (santri PP Al Jauhar).

“Santri dan budaya literasi di pesantren tidak bisa dilepaspisahkan. Hampir semua ritus kehidupan santri di pesantren adalah definisi dari literasi itu sendiri. Mengakar kuat, menjadi karakter dan mewarnai setiap keputusan dalam kehidupan santri hingga usia senja,” ujar pria yang juga menjadi Direktur PT Sakti Digital Kreasi ini.

“Tentu bincang literasi di pesantren Al Jauhar ini benar-benar mengakselerasi pemahaman para santri terhadap pentingnya budaya literasi dan peran besarnya terhadap kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Acara dimulai dengan penyerahan cindera mata sertifikat penghargan dan T-shirt “Laila Kau Biarkan Aku Majnun” dari Pengasuh PPM Al Jauhar, Hj Lilik Istiqomah, SH, MH kepada pemateri dan moderator. Juga hibah buku Laila Kau Biarkan Aku Majnun dan Alquran dari alumni untuk PP Al Jauhar yang diserahkan oleh perwakilan alumni Kambali Zutas diterima Ketua PP Al Jauhar serta disaksikan pengasuh.

Pengasuh PPM Al Jauhar, Hj Lilik Istiqomah, SH, MH menyatakan mendukung acara literasi pesantren tersebut. Menurutnya kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan dan berkesinambungan dalam event dan konsep yang berbeda tetapi tetap melibatkan kolaborasi antara santri dan alumni PPM Al Jauhar.

“Acara ini mampu menggugah semangat para santri dalam dunia literasi, sehingga inti yang telah disampaikan dapat diterapkan dalam dunia akademis dan nonakademis dengan kualitas dan kuantitas tulisan yang baik dan benar,” kata Hj Lilik Istiqomah.

Dalam rangkaian bincang Literasi tersebut juga ditampilkan pembacaan puisi oleh santri yang diambil dari buku Laila Kau Biarkan Aku Majnun. Semakin menarik, ketika pembacaan puisi tersebut diiringi instrumen biola dan gitar dari Ahmad Mulyadi Grup.

Afrizal Laksa Firlana, mewakili Pengurus PP Al Jauhar menambahkan, kegiatan Bincang Literasi Pesantren ini sangat bermanfaat bagi para santri, karena bukan hanya mendapatkan ilmu literasi tetapi memotivasi semangat belajar dari para alumni yang membanggakan. Di sisi lain dengan adanya alumni yang luar biasa menunjukkan di era sekarang santri tidak pandai dalam agama dan spiritual tetapi juga mampu menguasai teknologi. (*)

Penulis: Kambali
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved