Buat Selokan Putus Jalar Api, Warga Berbondong Naik Cari Titik Kebakaran di Gunung Batukaru

Mereka berjaga-jaga dengan potensi api yang bisa muncul lagi di areal Gunung Batukaru. Untuk memutus jalar api, warga membuat selokan

Buat Selokan Putus Jalar Api, Warga Berbondong Naik Cari Titik Kebakaran di Gunung Batukaru
Kodim 1619/Tabanan
PADAMKAN API - Petugas dan warga membuat selokan untuk memutus jalur api di areal di Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (13/8/2019). Suasana di areal parkir Pura Batukaru. 

Gelombang pertama berangkat tujuh orang yang langsung dipimpin oleh Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto.

Disusul gelombang kedua dengan 20 orang yang dipimpin langsung oleh Kasat Shabara Polres Tabanan, AKP I Kadek Ardika.

Kemudian gelombang terakhir adalah rombongan TRC BPBD Tabanan dengan jumlah personel tujuh orang didampingi satu pemandu dan tiga masyarakat lokal.

“Apinya sudah padam, tapi baranya masih, itu informasi terakhir. Jadi hal ini perlu diatensi dengan berjaga secara bergilir,” ucapnya.

Peran Krama Istri Siapkan Nasi Bungkus

Berbagai cara di lakukan warga dan petugas saat berhadapan dengan api di titik api Gunung Batukaru.

Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita mengatalan, ada yang merambas semak, kemudian menguruk api dengan tanah yang kemudian dibuatkan seperti selokan untuk memutus jalar api.

“Semoga saja tidak ada api lagi,” harapnya.

Di sisi lain proses pemadaman kebakaran Gunung Batukaru, partisipasi krama istri Desa Wongaya Gede dengan Desa Tengkudak Kecamatan Penebel, Tabanan adalah dengan menyiapkan logistik.

Sesuai dengan arahan bendesa adat, tiap krama menyumbangkan dua nasi bungkus.

Mereka tetap melayani masyarakat terutama para pendaki yang baru datang dari membantu memadamkan api.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved