Data Pekerja Bali di Luar Negeri Tak Jelas, Jumlah Pekerja Kapal Pesiar Tak Sinkron

Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan DPRD Bali, Nyoman Parta menyebut fata pekerja asal Bali yang bekerja di luar negeri tidak jelas

Data Pekerja Bali di Luar Negeri Tak Jelas, Jumlah Pekerja Kapal Pesiar Tak Sinkron
pexel.com
Ilustrasi pekerja. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Data pekerja migran asal Bali yang bekerja di luar negeri tidak jelas.

Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan DPRD Bali, Nyoman Parta menyebutkan yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) jumlahnya sangat minim yakni hanya 5.600 orang.

Sementara berdasarkan informasi yang didapatnya pekerja Bali yang berada di luar negeri jumlahnya mencapai 23 ribu orang.

Parta melanjutkan karakter pekerja migran khususnya pekerjaan sebagai pelaut yang bekerja di kapal pesiar memang khusus karena, pertama, mereka adanya di laut.

Kedua, instansi penyelenggaranya adalah Kementerian Perhubungan dan BNP3TKI.

Di lapangan juga ada perusahaan pemberangkatan dan imigrasi.

“Nah ini harus diintegrasikan untuk mengurangi pelaut-pelaut yang berangkat dengan dokumen tidak lengkap, salah satunya adalah dokumen kerja laut yang selama ini justru ketika ada masalah ribetnya minta ampun untuk menyelesaikan. Sampai mati mayatnya tidak ketemu, terus ada masalah dan segala macam,” kata Parta usai rapat pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali, Selasa (13/8/2019).

Sambungnya, karena data yang tidak jelas berapa orang pekerja Bali yang bekerja di luar negeri, maka dalam Ranperda akan diatur mengenai pendataan pekerja oleh Dinas Tenaga Kerja.

“Makanya dengan sistem yang kita buat terpadu ini nanti seluruh pekerja Bali yang ada di luar negeri, baik yang magang di darat, di spa, di hotel maupun di laut akan jadi satu datanya,” ujarnya.

Dikatakannya semua instansi telah menyatakan sepakat, karena tujuannya untuk menjaga keselamatan pekerja Bali di luar negeri.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved