Diiringi Angklung & Didoakan 6 Pemuka Agama, Pemakaman Dr Frans Bambang Siswanto Berlangsung Khidmat

Iring-iringan keluarga, sahabat dan kerabat berjajar mengantarkan Pak Frans ke tempat peristirahatannya yang terakhir

Diiringi Angklung & Didoakan 6 Pemuka Agama, Pemakaman Dr Frans Bambang Siswanto Berlangsung Khidmat
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
Keluarga menabur bunga di makam Dr Ir Frans Bambang Siswanto saat pemakaman di pemakaman Mumbul, Jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/8/2019). Diiringi Angklung & Didoakan 6 Pemuka Agama, Pemakaman Dr Frans Bambang Siswanto Berlangsung Khidmat 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dr Ir Ir Frans Bambang Siswanto yang akrab disapa Pak Frans telah dimakamkan di pemakaman Mumbul, Jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/8/2019).

Pak Frans mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, Kamis (8/8/2019) pukul 01.35 dini hari waktu setempat.

"Sebelumnya dilaksanakan pemakaman, pukul 08.00 Wita, diadakan upacara dan doa keberangkatan menuju Gereja Katedral. Selanjutnya pukul 09.00 Wita diadakan misa di Katedral untuk mendoakan Pak Frans," kata Sudiarta Indrajaya, salah-satu sahabat dekat Pak Frans yang juga Ketua INTI.

Foto bersama istri, anak, menantu dan cucu setelah pemakaman Pak Frans di Pemakaman Mumbul, Rabu (14/8/2019).
Foto bersama istri, anak, menantu dan cucu setelah pemakaman Pak Frans di Pemakaman Mumbul, Rabu (14/8/2019). ()

"Doa di Katedral dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada Pak Frans atas jasa-jasanya. Seperti yang kita ketahui, Prof. Suli adalah arsitek dari Gereja Katedral dan Pak Frans adalah projects manager untuk menyelesaikan bangunan Katedral, dan Pak Frans membangun Gereja Katedral dengan hati," lanjut Sudiarta.

Setelah doa di Katedral, jenazah Pak Frans langsung diantarkan ke tempat pemakaman di kawasan Mumbul.

Iring-iringan keluarga, sahabat dan kerabat berjajar mengantarkan Pak Frans ke tempat peristirahatannya.

Saat tiba di tempat pemakaman, jenzah Pak Frans juga disambut dengan iring-iringan musik angklung dan gamelan serta taburan bunga.

Enam tokoh agama yang tergabung dalam FKUB mendoakan Pak Frans sebelum proses pemakaman.
Enam tokoh agama yang tergabung dalam FKUB mendoakan Pak Frans sebelum proses pemakaman. ()

"Iring-iringan angklung ini menunjukkan kecintaan Pak Frans dengan budaya Bali, dan menaruh perhatian dengan adat dan budaya Bali yang begitu besar. Bahkan pada pemakaman ini, semua orang diarahkan menggunakan pakaian adat Bali berwarna putih, hal ini menunjukkan kesucian hati kita dan kesejukan pikiran kita untuk mengantar beliau," ujar Sudiarta.

Dalam prosesi pemakaman, doa juga dipanjatkan dan dipimpin langsung oleh enam pemuka agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pesan kehidupan oleh Pastur Paul Tan dari Amerika yang juga penasehat spiritual keluarga.

"Doa lintas agama dari FKUB dan banyaknya para tokoh dan sahabat yang datang memberikan doa sebagai pertanda Almarhum Pak Frans ada di hati masyarakat luas," kata Sudiarta.

Iring-iringan menghantarkan jenazah Pak Frans ke tempat peristirahatan terakhir.
Iring-iringan menghantarkan jenazah Pak Frans ke tempat peristirahatan terakhir. ()
Halaman
123
Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved