Ini Penyebab Kolapsnya BPR Calliste di Bali, Terungkap Praktik Kredit Tak Sehat Ini

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) datang lagi ke Bali untuk melikuidasi PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Calliste Bestari.

Ini Penyebab Kolapsnya BPR Calliste di Bali, Terungkap Praktik Kredit Tak Sehat Ini
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
BPR Calliste dilikuidasi LPS setelah resmi dicabut izinnya oleh OJK. Pencabutan izin karena BPR Calliste dianggap tidak pruden dalam menjalankan bisnis. 

“Masalah lainnya, BPR itu kebanyakan miss management terlihat dari rasio NPL dan CAR-nya. Ada pula kasus, debitur tidak kuat mencicil tapi malah diberikan kredit baru untuk menutupi yang lama. Kasus lain uang diambil manajemen untuk keperluan pribadi,” jelasnya.

Saat ini, LPS telah melikuidasi 99 bank di Indonesia terdiri dari 1 bank umum dan 98 BPR sejak 2005 hingga Agustus 2019.

Jumlah BPR di Indonesia per 31 Juli 2019 mencapai 1.741, dan bank umum 113.

“Dari 98 BPR yang dilikuidasi di Indonesia, total 7 BPR berada di Bali,” sebutnya. Jumlah klaim simpanan layak bayar, dari 98 bank yang dilikuidasi LPS tersebut mencapai Rp 1,46 triliun milik 233.429 nasabah.

Sementara di Bali sejak 2005-31 Juli 2019 khusus BPR saja klaim simpanan layak bayar mencapai Rp 21,4 miliar. 

“Sementara nasabah yang tidak layar bayar, mereka akan menunggu hasil likuidasi aset bank tersebut,” katanya.

Yusron menjelaskan, salah satu faktor penyebab nasabah tidak layak dibayar karena data simpanan nasabah tidak tercatat pada bank.

Kemudian nasabah penyimpan merupakan pihak yang diuntungkan secara tidak wajar, semisal diberikan bunga jauh di atas ketentuan LPS.

“Faktor lain karena  nasabah penyimpan, merupakan pihak yang membuat keadaan bank menjadi tidak sehat seperti kredit macet,” tegasnya.

Dalam rangka pembayaran klaim simpanan nasabah PT BPR Calliste Bestari, LPS memastikan simpanan nasabah dapat dibayar sesuai ketentuan berlaku.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved