Ini Penyebab Kolapsnya BPR Calliste di Bali, Terungkap Praktik Kredit Tak Sehat Ini

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) datang lagi ke Bali untuk melikuidasi PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Calliste Bestari.

Ini Penyebab Kolapsnya BPR Calliste di Bali, Terungkap Praktik Kredit Tak Sehat Ini
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
BPR Calliste dilikuidasi LPS setelah resmi dicabut izinnya oleh OJK. Pencabutan izin karena BPR Calliste dianggap tidak pruden dalam menjalankan bisnis. 

LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya, untuk menetapkan simpanan yang akan dibayar.

Rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud, diselesaikan paling lama 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha yakni 16 Desember 2019. 

“Pembayaran dana nasabah akan dilakukan bertahap selama kurun waktu tersebut,” ujarnya. LPS pun, mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham, termasuk RUPS  bank.

“Nasabah penyimpan dimohon memantau pengumuman pembayaran klaim dana nasabah yang akan dilakukan di kantor PT BPR Calliste Bestari, media cetak dan website LPS,” katanya.

Bagi nasabah peminjam dana, tetap dapat melakukan pembayaran cicilan atau pelunasan pinjaman di kantor PT BPR Calliste Bestari dengan menghubungi tim likuidasi.

LPS mengimbau agar nasabah BPR Calliste Bestari, tetap tenang dan tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang dapat menghambat pembayaran klaim penjaminan dan likuidasi. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengatakan kinerja BPR secara umum menghadapi tantangan cukup berat.

“Ada masalah tekanan likuiditas, hingga naiknya NPL. Di Bali ekonomi sangat bergantung pada sektor pariwisata. Anjloknya wisman karena kondisi ekonomi global dan bencana alam pasti berpengaruh ke bisnis di Bali termasuk penyaluran kredit BPR,” jelasnya.

Bagi BPR yang likuiditasnya ketat, dan pemilik modal kesulitan melunasi kewajibannya seharusnya menjual atau merger dengan BPR lain.

Ia pun menyarankan agar BPR lebih  selektif memilih sektor yang dibiayai. Kemudian OJK, kata dia, harus mendorong merger dan akusisi antar BPR untuk memperkuat modal.

 “Likuidasi BPR berisiko menurunkan kepercayaan masyarakat, tetapi banyak BPR yang kondisi keuangannya masih sehat itu perlu dijaga,” tegasnya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved