Kepala Otban Wilayah IV Minta Dokumen Aerodrome Manual Harus Aktif dan Terbarukan

kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pengawasan dan pengendalian yang telah dilaksanakan oleh para Inspektrur bandar udara semester I 2019

Kepala Otban Wilayah IV Minta Dokumen Aerodrome Manual Harus Aktif dan Terbarukan
Humas Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV
Workshop pembaharuan Aerodrome Manual (AM) dan Evaluasi terhadap Tindak Lanjut Temuan (TLT) hasil pengawasan di Bidang Bandar Udara Semester I, di gelar di Fontana Hotel Legian, Kuta, Badung, Bali, Rabu (14/8/2019). Kepala Otban Wilayah IV Minta Dokumen Aerodrome Manual Harus Aktif dan Terbarukan 

Kepala Otban Wilayah IV Minta Dokumen Aerodrome Manual Harus Aktif dan Terbarukan

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Workshop pembaharuan Aerodrome Manual (AM) dan Evaluasi terhadap Tindak Lanjut Temuan (TLT) hasil pengawasan di bidang bandar udara semester I, digelar di Fontana Hotel Legian, Kuta, Badung, Bali, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan ini diikuti seluruh penyelenggara bandar udara di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Elfi Amir.

Elfi menyampaikan kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pengawasan dan pengendalian yang telah dilaksanakan oleh para Inspektrur Bandar Udara selama semester I tahun 2019, sehingga diketahuii capaian yang dihasilkan serta kekurangan yang harus diperbaiki dan ditingkatkan.

Pada tahun 2017 ICAO sudah melaksanakan Universal Safety Audit Program (USOAP) kepada Indonesia, dan Indonesia mendapatkan nilai Effective Implementation (EI) sebesar 80,34 persen.

Pada area Aerodrome and Ground AIDS/AGA masih ada 36 protocol question yang perlu ditindaklanjuti, antara lain Aerodrome Manual, Aerodrome Surveillance, Implement System for Colleting and Analyzing Aerodrome Related Incident/Safety Occurrence.

“Untuk menutup Protocol Question tersebut perlu dilakukan tindak lanjut hasil pengawasan dan pelaporan kejadian yang wajib dilaporkan seperti Incident, serious incident dan accident sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Dalan workshop itu juga disampaikan materi mengenai opotimalisasi pemantauan dan pelaporan sistem informasi keselamatan penerbangan di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, khususnya pada bidang bandar udara yang ada kaitannya dengan temuan-temuan ICAO tersebut.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved