Keperkasaan Luh, Seorang Wanita Bali dalam Menghadapi Berbagai Pilihan Hidup Pelik

Ktut Sugiarta, seorang penulis lelaki menulis novel yang berkisah tentang perempuan.

Keperkasaan Luh, Seorang Wanita Bali dalam Menghadapi Berbagai Pilihan Hidup Pelik
Tribun Bali/Putu Supartika
Bedah buku Luh karya Ktut Sugiartha di aula SMPN 4 Denpasar, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ktut Sugiarta, seorang penulis lelaki menulis novel yang berkisah tentang perempuan.

Novel setebal 107 halaman dan diterbitkan Pustaka Ekspresi (2019) ini berjudul Luh.

Walaupun mengambil genre novel remaja, namun Sugiartha yang notabene seorang lelaki mampu menghadirkan tokoh perempuan yang seakan nyata dengan berbagai konflik dan pilihan hidup.

Novel ini dibedah dalam Denpasar Book Fair di aula SMPN 4 Denpasar, Selasa (13/8/2019) malam.

Pembedah buku, Wulan Dewi Saraswati menilai novel ini lahir sebagai sebuah refleksi diri dalam sudut pandang perempuan.

Karakter tokoh Luh digambarkan memiliki pemikiran yang matang, prinsip hidup, dan ketangguhan.

"Ini menarik sebab penulisnya adalah seorang laki-laki, namun sudut pandang orang pertama yang digunakan adalah tokoh perempuan," kata Wulan.

Ia melanjutkan, "Luh dihadapkan pada masalah yang juga dialami sebagian besar perempuan. Apakah perempuan harus selalu mengalah, budaya adat yang jadi penghalang, dan apakah perempuan harus selalu di rumah."

Menurutnya konflik dalam novel ini menjadi lebih hidup karena tokoh Luh bingung untuk mengambil beberapa keputusan.

Misalkan saja saat kekasihnya Mardawa menentang keputusan Luh untuk menjadi pramugari.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved