Komang Bemo Malu Dong: Menangani Sampah Jangan Banyak Teori dan Itung-itungan

pendiri Komunitas Malu Dong, Komang Bemo Sudiarta kritik keras penanganan sampah yang dinilainya masih lamban

Komang Bemo Malu Dong: Menangani Sampah Jangan Banyak Teori dan Itung-itungan
Tribun Bali/I Putu Supartika
Diskusi bertajuk dibuang sayang di Rumah Sanur, Rabu (14/8/2019). Komang Bemo Malu Dong: Menangani Sampah Jangan Banyak Teori dan Itung-itungan 

Komang Bemo Malu Dong: Menangani Sampah Jangan Banyak Teori dan Itung-itungan

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam diskusi bertajuk dibuang sayang, yang juga dihadiri Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono dan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, pendiri Komunitas Malu Dong, Komang Bemo Sudiarta kritik keras penanganan sampah yang dinilainya masih lamban.

Ia yang menjadi narasumber dalam acara yang digelar di Rumah Sanur, Rabu (14/8/2019) siang itu, berbicara dengan tegas dan lantang.

Menurutnya dalam penanganan sampah tidak usah banyak teori dan itung-itungan.

"Dalam menangani sampah jangan banyak teori dan itung-itungan," katanya.

Bahkan ia mengakui secara terang-terangan dirinya akan marah jika tak ada keseriuasan dalam menangani sampah.

"Saya selalu marah-marah kalau nggak serius. Siapapun itu, sikat saja," katanya.

"Mengapa generasi sekarang, kenapa kita tidak berubah, karena edukasi di sekolah tidak serius. Tong sampah nggak punya, bagaimana ngomong pemisahan sampah," katanya.

Bemo mengatakan, Komunitas Malu Dong lebih banyak membangun dan memupuk supaya tumbuh kepedulian terhadap lingkungan.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved