Lima Warga Lebih Disinyalir Sesak Nafas Akibat TPA Temesi, Walhi dan Frontier Bali Desak Koster

Lima Warga Lebih Disinyalir Sesak Nafas Akibat TPA Temesi, Walhi dan Frontier Bali Desak Koster

Lima Warga Lebih Disinyalir Sesak Nafas Akibat TPA Temesi, Walhi dan Frontier Bali Desak Koster
Satpol PP Gianyar
Kondisi asap di TPA Temesi, Gianyar, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Temesi, Kabupaten Gianyar nampaknya kini semakin berbuntut panjang. Kebakaran ini diduga menjadi penyebab penurunan kualitas udara di Desa Lebih dan menyebabkan lima orang warga tersebut mengalami sesak nafas.

Hal itu diketahui setelah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali bersama Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier Bali) melakukan konferensi pers di Sekretariat Walhi Bali, Rabu (14/8/2019).

Merespon besarnya dampak negatif yang ditimbulkan oleh kebakaran TPA Temesi ini, Walhi bersama Frontier Bali mengirimkan surat terbuka kepada Gubernur Bali Wayan Koster.

Surat ini merupakan yang kedua kalinya dikirim oleh Walhi bersama Frontier Bali setelah surat pertama yang ditujukan ke Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

Surat desakan kepada Gubernur Bali tersebut dikirimkan pada Rabu 14 Agustus 2019 dan diterima oleh Gede Sudiantara selaku staf di Kantor Pemerintahan Provinsi Bali.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara, Ketua DPRD Bali, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Bali, Bupati Gianyar, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar.

Direktur Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama menegaskan, bahwa dampak dari dihirupnya asap kebakaran sampah TPA oleh manusia, menurut berbagai penelitian adalah meningkatnya kemungkinan kerusakan organ pernafasan sampai dengan peningkatan kanker akibat senyawa dioxin dari terbakarnya sampah.

Lebih lanjut, Untung Pratama menegaskan pada intinya penting untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan warga disekitar TPA, khususnya warga Desa Lebih yang terpapar kabut asap selama berbulan-bulan.

“Penting untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan karena berdasarkan laporan warga, setidaknya sudah ada 5 (lima) warga terkena sesak nafas yang diduga akibat asap kebakaran sapah di TPA Temesi Gianyar”, tegasnya.

Lebih jauh, Untung Pratama menyampaikan pentingnya dilakukan pemantauan kualitas udara ambien di titik kebakaran TPA Temesi, untuk mengetahui apakah tingkat pencemaran kualitas udara karena sudah ada warga yang terkena sesak nafas.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved