Orang Tua Briptu Heidar Ungkap Kejanggalan Peristiwa Penyanderaan Putranya Oleh KKB & Sebut Dijebak

orang tua Briptu Heidar mengungkapkan sejumlah tanda tanya dan kejanggalan terkait peristiwa penyanderaan putranya saat menjalankan tugas operasi keam

Orang Tua Briptu Heidar Ungkap Kejanggalan Peristiwa Penyanderaan Putranya Oleh KKB & Sebut Dijebak
dok ist/kolase Tribun Bali
Briptu Heidar (kiri) dan KKB di Papua. 

TRIBUN-BALI.COM - Gugurnya Briptu Heidar personel Korps Polri dalam peristiwa penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua menyisakan duka mendalam bagi kedua orang tua almarhum. 

Bahkan orang tua Briptu Heidar mengungkapkan sejumlah tanda tanya dan kejanggalan terkait peristiwa penyanderaan putranya saat menjalankan tugas operasi keamanan terhadap KKB di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua.

Lalu seperti apa kejanggalan yang diungkapkan oleh kedua orang tua korban? 

Dilansir via Tribunnews, jenazah almarhum Briptu Heidar (24) yang pangkatnya baru dinaikkan menjadi Brigpol Anumerta dimakamkan di tanah kelahirannya di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Suasana Rumah Duka, Keluarga Persiapkan Pemakaman,
Suasana Rumah Duka, Keluarga Persiapkan Pemakaman, (KOMPAS.COM/SUDDIN SYAMSUDDIN)

Mengutip Kompas.com, Kaharuddin, ayah Briptu Heidar, mengaku tidak memiliki firasat apa-apa jika anak sulungnya itu akan pergi begitu cepat.

"Tidak ada firasat apa-apa karena dia itu komunikasinya banyak sama mamanya di Serui. Terakhir saya komunikasi dua hari sebelum Idul Fitri."

"Dia minta didoakan karena akan naik lagi ke Ilaga," kata Kaharudin, Selasa(13/8/2019).

Sang ayah mengungkapkan, Heidar adalah sosok yang pendiam, tapi suka bersosialisasi.

Sementara kelemahannya, menurut sang ayah, Heidar mudah percaya dengan orang lain.

Kaharudin berfirasat anaknya dijebak orang yang ia kenal.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved