Peristiwa Munculnya 'Be Kampih' di Batu Bolong Sempat Dikaitkan Dengan Gempa, Ternyata Ini Sebabnya

Masyarakat masih dibuat penasaran apa penyebab pasti ikan tersebut bisa berada di pesisir pantai Batu Bolong.

Peristiwa Munculnya 'Be Kampih' di Batu Bolong Sempat Dikaitkan Dengan Gempa, Ternyata Ini Sebabnya
TRIBUN-BALI/FARIZKI IRWAN
Fenomena be kampih atau ikan terdampar kembali terjadi pada malam hari, pukul 21.30 WITA pada Selasa (16/7/2019). Ikan jenis Lemuru yang terdampar di Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali atau tepat di Pura Khayangan Jagat Batu Bolong. 

TRIBUN-BALI.COM - Peristiwa terdamparnya ribuan 'be kampih' atau ikan lemuru di pesisir Pantai Batu Bolong, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali beberapa waktu lalu sempat menghebohkan masyarakat.

Masyarakat masih dibuat penasaran apa penyebab pasti ikan tersebut bisa berada di pesisir pantai Batu Bolong.

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Rabu (14/8/2019) mengatakan fenomena ini biasa terjadi mengingat pertumbuhan ikan lemuru ini banyak dan bergerombol.

"Berdasarkan informasi masyarakat di Pantai Cangu banyak didapatkan ikan sejenis sadin. Kalau melihat kondisi di perairan belakangan ini memang kelimpahan ikan termasuk lemuru sangat banyak, bahwa saat ini sedang musim lemuru," ujar Kepala BPSPL Denpasar, Suko Wardono.

Ikan lemuru yang biasanya muncul dan datang bergerombol, dikatakan sangat menyukai sinar lampu yang ada di dekatnya.

Apalagi mengingat di lokasi tersebut, banyak tempat-tempat hiburan malam yang selalu menyorot lampu ke arah pantai.

Namun ada juga beberapa faktor yang menyebabkan ikan tersebut berada dekat dengan pesisir Pantai Batu Bolong, Desa Canggu yaitu disebabkan karena adanya plankton di pesisir pantai.

"Saking banyaknya ikan, bisa saja ikan tersebut terbawa pada air pasang, kemudian saat surut tertinggal. Kejadian malam hari sehingga pagi hari didapatkan mati," lanjut Kepala BPSPL Denpasar.

"Informasi yang sebelumnya kita terima ini sudah terjadi pada tanggal 3 Juli 2019 lalu, saat ditinjau ke lokasi dan menemui nelayan setempat. Ikan ini memang ada setiap tahunnya, bahkan ikan ini muncul berulang-ulang," tambahnya.

Ikan lemuru yang terdampar ke pesisir Pantai Batu Bolong ini juga dikatakan terdampar karena tingginya gelombang air laut pada malam hari, yang mana saat itu, ikan lemuru tersebut berada tepat di arus gelombang pasang.

Sementara itu, peristiwa yang terjadi bertepatan pada saat gempa yang belakangan ini terjadi di Bali, dikatakan Suko tidak ada kaitannya dengan gempa-gempa tersebut. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved