Di Hari Jadi Provinsi Bali, Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Sambangi Gedung Dewan

Bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali, Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Bali menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Di Hari Jadi Provinsi Bali, Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Sambangi Gedung Dewan
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Bali saat diterima oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Rabu (14/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali, Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Bali menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Rabu (14/8/2019).

Dalam kunjungannya ke Gedung Dewan itu mereka diterima di Ruang Badan Legislasi (Baleg) oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta.

Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Bali ini terdiri dari 14 komunitas, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Berbagai komunitas itu diantaranya Trash Hero Indonesia, Bersih-Bersih Bali, Trash Warrior, Satya Pertiwi Cagaan, Komunitas Tol-Tol, Bhakti Ring Pertiwi (B-Riper) dan Griya Luhu.

Selain itu juga ada Karang Taruna Eka Wira Bhakti Bedulu (BADAULU), Forum Peduli Lingkungan Cemenggaon, Resik Bali, Jumantik Cilik, Relawan Lingkungan Cilik, Kompling Ketewel serta Forum Peduli Lingkungan Puaya.

Salah satu perwakilan Forum Komunikasi Penggiat Lingkungan Bali Wayan Aksara menuturkan, bahwa kehadirannya di Gedung DPRD Bali adalah untuk menyatakan sebuah sikap.

Berdasarkan pemantauan pihaknya di lapangan, saat ini masih perlu diambil beberapa langkah sebagai upaya dalam mengatasi sampah dari hulu sampai hilir.

"Bukan (hanya) fokus di hilir, tapi dari hulu ke hilir," tuturnya saat ditemui awak media usai pertemuan berlangsung.

Ketua Trash Hero Indonesia ini menyadari, bahwa upaya mengatasi sampah dari hulu ke hilir sebenarnya sudah dilakukan, namun dengan melihat fakta di lapangan dirinya meminta agar hal tersebut semakin ditingkatkan.

Dalam upaya peningkatan itu, menurutnya, perlu ada langkah yang sinergis antara semua stakeholder yang terkait, baik dari pemerintah, pengusaha, komunitas, kampus, masyarakat adat, PKK, majelis agama dan adat, subak, organisasi kemasyarakatan, partai politik serta aparatur pemerintah yang paling bawah.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved