Tabanan

Lapas Tabanan Gelar Berbagai Acara, Optimalisasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan

Kegiatan ini sebagai salah satu optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan khususnya dlm bidang pembinaan kepribadian WBP.

Lapas Tabanan Gelar Berbagai Acara, Optimalisasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Pemasyarakatan
istimewa
Suasana salah satu kegiatan peringatan HUT RI ke 74 di Lapas Tabanan, Kamis (15/8). Lapas Tabanan juga menggelar Pesantian dan Lomba Mesatwa Bali untuk melestarikan Budaya Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan menggelar berbagai acara.

Salah satu kegiatan yang ditonjolkan adalah Tari Kolosal Indonesia yang melibatkan seluruh petugas Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dilakukan secara serentak di Seluruh Indonesia.

Kegiatan ini juga memecahkan rekor MURI.

Selain itu, Lapas Tabanan juga menggelar beberapa kegiatan lain seperti pertandingan olahraga, lomba pesantian, mesatwa Bali dan lomba kebersihan kamar hunian.

Kegiatan ini sebagai salah satu optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan khususnya dlm bidang pembinaan kepribadian WBP.

Kalapas Tabanan, I Putu Murdiana mengatakan, untuk di Lapas Tabanan kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 Wita yang diawali sambutan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami secara live melalui video teleconference yang terhubung diseluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Dirjen Pemasyarakatan menyebutkan bahwa, tari kolosal Indonesia bekerja merupakan salah satu ekspresi WBP dan petugas Pemasyarakatan yang tetap belajar, bekerja, dan berkarya dibawah pembinaan dan bimbingan petugas Pemasyarakatan.

"Karena terbatasnya lapangan atau tempat, maka kegiatan ini hanya diikuti oleh 20 orang petugas dan 60 orang WBP. Sedangkan WBP yang lain mengikuti dari dalam blok," ujar Murdiana, Kamis (15/8/2019).

Dia melanjutkan, selain tari kolosal, kegiatan lain juga dilaksanakan seperti pertandingan olahraga, lomba pesantian, mesatwa dan lomba kebersihan kamar hunian.

Dan untuk melestarikan Budaya Bali, maka diadakan lomba pesantian dan mesatwa Bali yang diikuti oleh seluruh WBP.

"Sebagai orang Bali wajib kita harus tetap melestarikan budaya warisan leluhur kita. Banyak pitutur, nasehat dan arahan mulia yang terkandung didalamnya. Apalagi saat ini generasi kita sudah mulai meninggalkannya dan beralih kepada teknologi modern. Sehingga, sangat penting bagi kita untuk kembali menggali dan mempelajari nilai-nilai warisan leluhur-leluhur kita," jelasnya.

Kemudian, kata dia, selain kegiatan tersebut, Lapas Tabanan juga sedang menyiapkan penyerahan remisi kepada ratusan WBP pada Sabtu (17/8/2019) mendatang.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved